Header Ads

Susun Roadmap Industrialisasi di NTB, Gubernur Kumpulkan Para Kepala OPD


Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, bersama jajaran Kepala OPD Lingkup Pemprov NTB di Kantor Bappeda NTB, Selasa 16 April 2019.

Mataram, Garda Asakota.- 

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengumpulkan seluruh kepala biro dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Nusa Tenggara Barat di kantor Bappeda Provinsi NTB, Selasa (16/4/2019) siang. Rapat berlangsung dari siang dan berakhir hingga kira-kira pukul 9 malam. 

Doktor Zul didampingi Istri, meminta seluruh kepala OPD bersama-sama berdiskusi dan menyusun Roadmap Industrialisasi NTB, di Aula Bappeda Provinsi NTB, Selasa (16/4).

Mengawali pemaparannya, Gubernur Zulkieflimansyah menyampaikan bahwa hingga saat ini NTB masih berkutat pada masalah mendasar pembangunan, seperti persoalan pengangguran dan kemiskinan.

Dalam hal ini, Nusa Tenggara Barat tidak mempunyai alternatif strategi lain, selain mencari terobosan untuk menanggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan. Dan salah satu strategi tersebut adalah daya saing industri, Lanjut Doktor Zul.

"Industrialisasi akan menghadirkan lapangan kerja baru yang diharapkan dapat mengikis kemiskinan", ujarnya.

"Tiga faktor yang menunjukkan sebuah daerah dikatakan memiliki daya saing adalah, jika derah itu mempunyai kemampuan memproduksi barang atau jasa yang sesuai dengan standart internasional. Minimal produk-produk NTB punya daya saing jika disandingkan dengan produk-produk nasional. Kedua, adanya riil income (pendapatan yang nyata) untuk masyarakat. Ketiga, adalah jika masyarakat mudah mencari pekerjaan di derahnya sendiri", lanjut Doktor Zul.

Selain itu, Doktor Zul juga menekankan bahwa, hal penting yang juga harus diperhatikan dalam menciptakan daya saing adalah, perusahaan yang hadir di suatu daerah harus mendapatkan keuntungan dan tumbuh.

"Industrialisasi itu sebenarnya adalah sebuah proses besar dalam mencari dan mengembangkan tekhnologi, sehingga nilai tambah dari tekhnologi itu bisa tercapai", ujarnya.

Diakhir pemaparannya, Doktor Zul menekankan bahwa konsep industrialisasi adalah sebuah proses besar yang merubah suatu kondisi dalam waktu tertentu, dari sistem tradisional/konvensional menjadi sistem yang lebih modern.

"Kita harus mampu meng-update cara pandang, apa yang akan dijual dari tahun ke tahun itu harus ada perubahan menyesuaikan kemajuan yang terjadi. Amati, tiru dan duplikasi, pungkas Doktor Zul. 

Sejalan dengan Gubernur, Wagub NTB Hj. Rohmi Djalilah menyampaikan bahwa, konsep yang disampaikan oleh gubernur adalah konsep besar, yang harus mampu kita jalankan. 

"Kita harus mampu merencanakan tahun pertahun dari program kerja kita. Semua kepala OPD harus benar-benar responsif terhadap berbagai hal yang terjadi dalam mendukung iklim industrialisasi di NTB", 

Untuk mengembangkan industrialisasi, kita harus berangkat dari keadaan riil di daerah kita, lanjut Hj. Rohmi.  "Perencanaan dan pengembangan harus diawali dengan potensi yang ada di daerah ini. Kuncinya adalah koordinasi, komunikasi dan kerjasama seluruh stakeholder di daerah ini. Mindset kita harus beralih sebagai yang melayani", tutup Hj. Rohmi. 

Pada kesempatan tersebut, masing - masing Dinas juga diberikan kesempatan untuk memaparkan konsep dan perencanaan serta sumbangsingnya dalam industrialisasi di NTB 

Dinas pertanian dan perkebunan Provinsi NTB misalnya, memiliki Strategi peningkatan kualitas dan kuantitas pertanian dan perkebunan dalam mendukung industrialisasi. 
Dinas pertanian dan perkebunan ingin mendorong industri pengolahan hasil dengan konsep petani go digital dan penguatan pertanian berbasis korporasi dan kawasan. 

Selanjutnya Dinas peternakan, memaparkan perencanaan untuk membentuk Industrialisasi kampung unggas berbasis ayam petelur.

Selanjutnya, Dinas kelautan dan perikanan mendukung industrialisasi dengan membuat Pengolahan ikan higienis, membangun sarana prasarana, pelatihan dan pendampingan dan temu bisnis produk higienis. Dinas kelautan juga ingin membuat industrialisasi Garam rakyat dengan menyusun masterplan dan road map kawasan ekonomi garam (2020-2024).

Hj. Sally Andayani, selaku Kadis Perdagangan pada paparannya menyampaikan ingin meluaskan ekspor ke pasar prospektif dengan  mengintensifkan promosi, akses informasi kepada dunia usaha, pengembangan produk, pemberdayaan kelembagaan ekspor, penguatan kerjasama ekspor, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memasuki pasar global. 

Terakhir, Dinas Perindustrian menyampaikan data Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Provinsi NTB triwulan IV tahun 2018 naik sebesar 3.45 persen dari tahun lalu. Begitu pula dengan
Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV. 17 56 persen. 

Istri Gubernur NTB, yang juga merupakan Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi seluruh upaya pejabat pemerintah provinsi NTB yang dengan tekun dan serius bersama-sama menyusun roadmap industrialisasi NTB. "perjalanan panjang dimulai dengan langkah pertama, alhamdulillah hari ini kita sudah mencoba mengawali industrialisasi di NTB." ujar Hj. Niken memotivasi. 

"Langkah awal memang paling sulit, tapi insyaallah kita pasti bisa", tutupnya. (*)

1 comment:

  1. Amati, Tiru, Modifikasi :) lebih tepatnya bgtu

    ReplyDelete

elshandy creative. Powered by Blogger.