Header Ads

Polemik Tentang Kepesertaan Lomba OSN tingkat Propinsi NTB Sudah Diselesaikan

Sumadi, S. Pd.


Kota Bima, Garda Asakota.-

Polemik tentang dikeluarkannya dua SK duta OSN Matematika yang berbeda oleh UPT Layanan Dikmen PKPLK Bima, akhirnya menemukan jalan keluar terbaik setelah dilakukannya pertemuan antara pihak UPT dengan beberapa unsur sekolah terkait yaitu Kepsek MAN 1, SMAN 4 dan pihak MAN 2 Kota Bima yang berlangsung di UPT Layanan Dikmen PKPLK Bima Desa Panda Kabupaten Bima, Jum'at pagi (5/4).

Dalam keterangannya Kepala Seksi Kesiswaan UPT Layanan Dikmen PKPLK Bima sekaligus Ketua Panitia OSN SMA/MA tingkat Kabupaten Bima Kota Bima, Sumadi, S.Pd, menjelaskann bahwa persoalan tersebut sudah selesai dengan jalan musyawarah sehingga tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan apalagi di perpanjang. "Karena apa yang diambil adalah merupakan solusi hasil pertemuan klarifikasi dengan beberapa sekolah yang sudah sama sama memahami tentang kondisi yang sebenarnya,' jelas Sumadi kepada wartawan.

Putra Ambalawi ini menyebut bahwa solusi dari persoalan tersebut adalah ketiga sekolah masing-masing mengirimkan satu perwakilan siswa pada OSN tingkat Propinsi nantinya. "Mereka itu adalah, satu dari SMAN 4 kemudian satu dari  MAN 2 dan satu dari MAN 1. Keputusan tersebut semuanya dapat menerima dengan baik," tegas pria yang kerap disapa Guru Jenggot ini singkat.

Sementara itu pihak MAN 2 Kota Bima yang di mintai tanggapannya terkait hal tersebut mengatakan bahwa apapun yang menjadi keputusan pihak UPT akan menerima dengan legowo dan lapang dada. "Kalau kita sih bisa menerimanya dan mengambil hikmah dari apa yang terjadi dengan semakin meningkatkan semangat pada segenap jajaran Civitas MAN 2 untuk lebih baik lagi kedepannya," ujar Kepala MAN 2 Kota Bima, Drs. M. Amin.

Di lain pihak Kepala SMAN 4 Kota Bima, St. Maryatun, S.Pd, MM, menuturkan bahwa pada awalnya memang tidak tahu menahu tentang polemik SK OSN Matematika tersebut. "Saya tidak tahu sama sekali tentang polemik SK tersebut justru saya tahunya hari ini setelah agenda pertemuan dengan pihak UPT Dikmen," akunya.

Tentu pihaknya dari pihak SMAN 4 tetap memperjuangkan mengirim siswa yang juara 1 karena OSN itu bukan sekedar persoalan lomba saja. Tetapi, kata dia, juga persoalan kompetensi siswa yang harus di uji. "Jika memang siswa itu juara, yah memang harus di kirim mana yang nilai tertinggi. Kemudian jika memang ada kekeliruan dalam hal penilaian yah, mungkin itu sudah manusiawi sifatnya. Tapi tetap yang juara I harus berangkat karena tidak mudah untuk meraih itu," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pihak Kepala MAN 1 Kota Bima, Drs. H. Sahruddin. Kepada wartawan diakuinya memang ada kekeliruan yang terjadi dan manusiawi sifatnya karenanya pihak UPT mengambil jalan tengah untuk menyelesaikan polemik ini yaitu mengutus satu satu perwakilan siswa masing-masing sekolah. "Kalau berbicara merasa di rugikan ya sudah pasti di rugikan tetapi kalau kita semua tetap bertahan pada sikap itu maka sudah pasti tidak akan selesai karenanya kita mengambil hikmahnya saja dari kejadian ini," pungkasnya.

Sebelumnya, jajaran Civitas MAN 1 Kota Bima mempertanyakan tentang dikeluarkannya dua SK yang berbeda oleh pihak Layanan Dikmen PKPLK (Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus) Bima terkait dengan susunan nama siswa terbaik yang mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten dan Kota Bima bidang studi Matematika beberapa waktu lalu tepatnya 27 Februari 2018 untuk SMA dan MA.

Dalam Surat Keputusan pertama yang dikeluarkan oleh Dikmen PKPLK nomor 191/426.3/Dikmen PK PLK BM/III/2019 tercantum nama tiga orang siswa MAN-I Kota Bima yang secara otomatis berhak mewakili sekolah dalam ajang OSN bidang Matematika di Propinsi NTB pada 9 April mendatang. Tetapi anehnya kemudian, belakangan ini justru dikeluarkan lagi SK Perubahan atau SK Kedua yang mana dalam SK tersebut tercantum tiga nama teratas berasal dari sekolah lain. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.