Header Ads

Doktor Ghazali, Putra Donggo Asli Bakal Bertarung dalam Pilkada Kabupaten Bima 2020


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Pemilihan kepala daerah serentak akan dilakukan setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, yaitu pada tahun 2020 mendatangnuntuk 539 daerah di seluruh Indonesia. Salah satu daerah yang akan menghelat hajatan politik tahun 2020 mendatang adalah Kabupaten Bima yang saat ini masih dijabat, oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.

Meski agendanya masih setahun lebih, namun mesin-mesin partai politik maupun sejumlah figur mulai bergerak untuk mempersiapkan diri menghadapi perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tersebut. Diprediksi, demokrasi di Kabupaten Ujung Timur Pulau Sumbawa bakal seru. Sejumlah Bakal Calon Bupati (Bacabu) sekarang, sudah mulai ancang-ancang mengambil bagian turun ke arena Pilkada di Bima, karena waktu tinggal beberapa saat lagi.

Sebut saja salah seorang di antaranya putra terbaik Donggo Bima, Dr H. Ghazaly Ama La Nora, S IP, M Si, seorang Dosen Komunikasi di Universtas Papan Atas di Jakarta. Kehadiran putra sulung ulama kondang Tuan Guru H Abdul Majid Bakry, Aktivis Peristiwa Donggo 1972, tentu memberikan atmosfir tersendiri dalam momentum perpolitikan di Bima kedepan.

Pasalnya, praktisi politik yang berlatar belakang akademisi ini bukanlah pendatang baru di dunia politik, khususnya di Kabupaten Bima. Ia pernah Caleg DPR dari partai Bintang Reformasi dan Partai Bulan Bintang daerah pemilihan NTB, hanya saja sayang partai pengusung tidak mencapai parlementarytreshold. Juga nyaris memenangkan konvensi Partai Golkar dalam Pilkada 2009-2014.

Doktor komunikasi politik itu sudah malang melintang di dunia politik berskala Nasional maupun regional dan lokal. Khusus di Kabupaten Bima dan Dompu, wajahnya tak asing lagi bagi masyarakat kedua kabupaten tersebut. Tetapi kini mantan wartawan politik senior unit DPR RI/MPR RI telah menjadi Dosen Tetap Fikom Universitas Mercu Buana Jakarta, mengajar berbagai bidang studi; Komunikasi Politik, Sistem Politik Indonesia, Media And Cultural Study, Integrated Marketing Communication, Etika dan filsafat Komunikasi. Bukan saja di Universitas Mercu Buana Jakarta tapi Universitas Esa Unggul juga mengajar bidang Studi, Pancasila, Kewarganegaraa, Filsafat Ilmu, Antropologi, Media and Ciltural Study, dan Jurnalistik Radio.

Debutnya di dunia pendidikan bukan saja baru sekarang tapi sejak tahun 1978 sudah mulai menggeluti dunia proses belajar mengajar SMP/SMA swasta di Jakarta. Doktor multi talenta memiliki beberapa jabatan penting di organisasi sosial berskala nasional dan seabrek kegiatan Wakil Ketua DPP Artipena. Kemudian, Ketua (Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Narkoba), Wakil Ketua Umum DPP Grib (Dewan Pimpinan PusatGerakan Indonesia Baru), juga Deklarator Partai Hanura, Deklarator Partai Bintang Reformasi dan Ketua Dewan Musyawarah Ikatan Pemuda Pelajar Donggo Bima (IPMDB) Jakarta, Dewan Pakar ICMI Pusat.

Dalam rutinitas ia masih bisa menyisihkan menulis buku, pemateri seminar, forum diskusi group, workshop. Kecuali itu dosen eksentrik berambut Kuncir ini memiliki networking pergaulan luas, mempunyai kedekatan dengan TNI, Polri dan birokrasi serta dunia preman. Pinjam kalimat Pimpinan Umum/ Pemimpin Redaksi SKU Mingguan Kilas Drs Muslimin Hamzah. “Sosok doctor fenomenal H. Ghazaly multi talent, jurnalis senior, politisi iya, ustadz bisa, preman apalagi,” katanya.

Dr. H. Ghazaly Ama La Nora adalah seseorang yang lahir dari keluarga sederhana, di Desa OoKecamatan Donggo, Kabupaten Bima. “Ama La Nora,” panggilan akrabnya, sudah siap maju rebut kursi EA 1. Keinginannya bertarung bukan lantaran ambisius pribadi tapi merasa terpanggil untuk membangun daerah kelahirannya. Ketika penulis memancing tentang niat untuk berkontestasi Pilkada. “Di tahun 2020, saya bukan atas desakan pihak luar tetapi berangkat dari niat yang tulus demi pengabdian kepada rakyat. Saya ikhlas mewakafkan sisa hidup untuk Dou Dana Rasa Mbojo,”ungkapnya kepada wartawan.

Integritas, kapasitas dan keriusan mengabdi pada tanah kelahiran sudah terbukti saat ia mengakhiri kembalinya dominasi (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, sekarang TNI) yang berlangsung sudah 32 tahun dengan menghadirkan Arifin Gani, SH (alm). Namun di tengah perjalanan Arifin Gani, akhirnya bersama keluarga besar BMMB Jabodetabek menghadirkan H. Zainul Arifin menjadi calon Bupati Bima. Walaupun banyak halangan (fitnah) yang menghadang kehadiran eks keuangan Pemda DKI Jakarta, akhirnya berhasil diatasi dan berhasil menjadi Bupati Bima satu periode.

Nawaitu Dr. Ghazaly Ama La Nora tentu sudah melewati restu keluarga besar di Donggo, juga tidak hanya mendapat restu keluarga besarnya tetapi masyarakat Bima turut mengamini semoga cita dan niattulus mendapat ridho Allah serta dukungan luas warga masyarakat Bima, tempat ia dilahirkan. Banyak tokoh Bima baik tokoh masyarakat maupun pejabat publik menanti kehadirannya dan diam-diam memberikan dikungan moral maupun materil pada Ama La Nora di Pilbup akan datang. (GA. 212*)



No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.