Header Ads

BEM UMMAT Prihatin Atas Duka Pemilu, Pemerintah Harus Kaji Kembali Pemilu Serentak

BEM UMMAT

Mataram, Garda Asakota.-

Banyaknya petugas penyelenggara Pengawasan Pemilu 17 April 2019 yang tumbang baik yang jatuh sakit maupun meninggal dunia akibat dugaan kelelahan dalam melaksanakan rekapitulasi, membawa duka tersendiri bagi keluarga korban maupun civitas elemen kebangsaan.

Salah satu rasa keprihatinan muncul dari civitas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Melalui siaran persnya, Presidium Mahasiswa (Presma) BEM UMMAT, Andi Suratno, mengungkapkan rasa keprihatinan mendalamnya terhadap nasib memilukan yang dialami penyelenggara Pengawasan Pemilu.

Menurut Andi Suratno, tercatat baru-baru ini Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (BAWASLU RI) dalam akun instagramnya yg terverifikasi merilis daftar jajaran pengawas pemilu yang mengalami sakit/kekerasan/kecelakaan dan meninggal dunia pada saat tugas pengawasan. 160 orang rawat inap (tersebar di 22 Provinsi 77 Kabupaten/Kota), 270 rawat jalan (tersebar di 23 Provinsi 84 Kabupaten/Kota, 19 orang mengalami kekerasan (tersebar di 11 Provinsi 16 Kabupaten/Kota, 117 orang mengalami kecelakaan (tersebar di 22 Provinsi 66 Kabupaten/Kota) dan meninggal dunia 33 orang (tersebar di 10 Provinsi 26 Kabupaten/Kota. Yang kalau di jumlahkan ada 599 orang yang tercatat menjadi korban, sungguh sangat memprihatinkan.

"Hal ini tentu harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk bagaimana kemudian bisa di tanggapi dengan serius oleh pihak terkait, agar hal demikian tidak kembali terulang dan para korban harus di berikan perhatian khusus oleh pemerintah," ujar Andi Suratno sebagaimana tertuang dalam siaran persnya yang disampaikan kepada wartawan media ini, Jum'at 26 April 2019.

BEM UMMAT juga mengungkapkan pesta demokrasi yang telah dilaksanakan dengan serentak dan hampir mendekati klimaks. Berbagai persoalan dan dinamika sosial menurut mereka turut mewarnai jalannya pesta demokrasi kali ini. 

"Demokrasi yang seharusnya menghasilkan jawaban dari keresahan masyarakat justru menghadirkan polemik yang sangat memilukan," ucapnya.

BEM UMMAT juga mengimbau  dan mengajak kepada seluruh  masyarakat indonesia untuk senantiasa menjaga kondusifitas sosial paska pemilihan umum. Dan meminta kepada pihak terkait untuk menanggapi dengan serius terhadap apa yang menimpa para korban penyelenggara pemilu. 

"Kami juga mengecam segalah bentuk kekerasan ataupun tindakan diskriminasi yang terjadi. Menolak segala bentuk kecurangan yang terjadi dalam proses pemilihan umum karena hal itu menciderai nilai - nilai demokrasi. Dan meminta kepada pihak terkait untuk mengkaji kembali segala dampak di selenggarakannya pemilihan umum  serentak," pungkasnya. (GA. 211*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.