Header Ads

Sejarah Baru, Desa Jia Ikut Lomba Desa tingkat Kabupaten Bima




Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Desa Jia tahun ini dipilih untuk mewakili Kecamatan Sape dalam mengikuti lomba desa antar Kecamatan tingkat Kabupaten Bima. Tentu saja terpilihnya desa Jia ini disambut antusias oleh segenap elemen masyarakat dengan berusaha mempercantik dan membersihkan lingkungan masing-masing secara swadaya.

"Ini merupakan sejarah baru bagi Desa Jia dalam mengikuti lomba Desa tingkat Kabupaten Bima. Antusiasme masyarakat untuk membersihkan dan mempercantik halaman rumahnya cukup tinggi meski tanpa ada dukungan dana dari Pemdes, masyarakat tetap semangat untuk melakukan kegiatan gotong-royong dengan cara swadaya, mempercantik halaman rumah termasuk membeli cat. Bahkan,  mereka rela mengeluarkan uang saku untuk membeli pot dan bunga di Kota Bima," ungkap Kades Jia Takwil H. Ahmad, kepada wartawan, Sabtu (16/3).

Diakuinya, Desa Jia sebelumnya belum pernah terpilih untuk diikutkan dalam lomba desa tingkat Kabupaten Bima, sehingga merupakan hal baru bagi masyarakat Desa Jia dalam mengikuti lomba Desa di tahun ini. Apalagi langsung diikutkan dalam skala tingkat Kabupaten. "Mungkin hal inilah yang memicu sehingga sambutan dan antusiasme masyarakat dalam menghadapi lomba desa cukup tinggi, bahkan persiapan sudah hampir 60 porsen," akunya.

Berdasarkan jadwal, kata Kades, Tim Penilai Lomba Desa tingkat Kabupaten akan turun pada bulan April nantinya. Tim akan melihat kelengkapan administrasi dan inovasi desa yang terbentuk seperti mata air Lanco yang sudah di Perdeskan. Selain itu, kata dia, yang lebih utama adalah melihat keindahan dan kebersihan desa dalam melakukan gotong-royong. "InsyaAllah kami segenal elemen masyarakat siap berbenah dalam menghadapi lomba desa," tegasnya.


Sementara itu, Panitia Desa Jia, Faruk, S.Pd, mengakui pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatu dalam menghadapi ajang tersebut mulai dari kelengkapan administrasi yang sudah hampir rampung seperti struktur perangkat Desa sampai tingkat Rt dan struktur organisasi desa. "Termasuk jumlah data kependudukan dan luas wilayah desa," katanya.

Sedangkan persiapan yang berbentuk fisik juga sama. Hanya saja kendalanya, kata dia, adanya parit yang menghambat aliran air dan ini perlu dihadirkan alat berat excavator untuk menggalinya. "Dan tentunya pemerintah juga dapat memperhatikan kendala yang kami hadapi ini. Tapi yang lebih penting dalam lomba desa tersebut tercipta budaya gotong royong masyarakat yang luar biasa," ucap Faruk. (GA. Zain*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.