Header Ads

Safari Keliling Wakil Ketua DPD RI Berakhir di Kampus STIKES YAHYA BIMA


Kota Bima, Garda Asakota.-

Safari keliling anggota MPR RI/DPD RI, Prof. Dr. Farouk Muhammad, menjelajahi berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Bima sejak seminggu yang lalu, berakhir di aula Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yahya Bima, Rabu pagi (6/3). Safari Prof. Farouk, dalam rangka melaksanakan agenda tugasnya sebagai Legislator NTB di Lembaga Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia.

Pantauan langsung wartawan, kehadiran Wakil Ketua DPD RI tersebut disambut antusias oleh Segenap unsur Civitas Akademika Kampus Ungu Stikes Yahya Bima. "Kami ucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas dipertemukannya bapak Farouk dengan segenap Civitas Akademika Stikes Yahya Bima," ungkap Ketua Stikes Yahya Bima, Wahidah, S.Ks, M. Kes, saat menyambut kehadiran Wakil Ketua DPD RI tersebut.

Diakuinya, kehadiran Farouk salah satu tujuannya dalam rangka penyerapan aspirasi masyarakat tentang sistem Ketatanegaraan dan UUD 1945. Ia juga mengaku kehadiran putra asli Bima itu sekaligus merupakan silaturahim pertama dengan keluarga besar Kampus Ungu Bima. Untuk itu, pihaknya berharap agar nantinya seluruh Civitas baik kalangan Dosen maupun Mahasiswa Stikes Yahya paham serta memahami apa yang disampaikan oleh Prof. Farouk.

"Mungkin mahasiswa bisa memberikan umpan balik tentang materi yang dijelaskan nantinya dan ini juga merupakan sebuah sarana edukasi bagi kita semua juga bisa di katakan semacam Kuliah Gratis karena jarang-jarang kesempatan seperti ini bisa kita dapatkan apalagi Prof. Farouk ini merupakan sosok yang komplit dari sisi karier dan keilmuan," ungkapnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Prof. Farouk,juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kampus yang telah menginisiasi agenda silaturahimnya dalam rangka penyerapan aspirasi masyarakat tentang Ketatanegaraan dan UUD 1945 di Kampus Stikes Yahya Bima.

Sedianya, kata dia, agenda pada hari ini adalah sosialisasi Penyerapan Aspirasi Masyarakat akan tetapi karena tidak memenuhi syarat forum dan tidak di anggap labrak aturan maka aendanya diganti dengan Agenda Sosialisasi Empat Pilar. "Esensinya sama saja," ujarnya.

Beberapa tahun sebelumnya, DPD RI melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR namun kerena ada yang komplain bahkan MK yang keberatan bahwa seolah-olah MPR menyamakan Pancasila dengan Bhineka Tunggal Ika. Oleh karenanya, sambung mantan Kapolda NTB ini sekarang bukan lagi istilah Empat Pilar Bernegara tapi Empat Pilar MPR RI. Pilar yang pertama, sebutnya adalah pilar tentang dasar Negara yaitu Pancasila.

"Bisa diibaratkan bahwa tidak ada sebuah pondasi atau pilar bangunan apapun yang bisa berdiri kokoh tanpa ditopang oleh tiang-tiang penyanggah yaitu UUD 1945. Setelah ada tiangnya kemudian bangunan tersebut di bangunlah dinding dindingnya atau batas luar dan dalam bangunan itulah NKRI dan untuk memayungi semuanya. maka itulah Bhineka Tunggal Ika," paparnya panjang lebar. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.