Header Ads

Lotim Diguncang Gempa, Gubernur Berikan Respon Cepat

Gubernur NTB, Dr Ir H Zulkieflimansyah, saat meninjau langsung korban gempa Lotim Minggu 17 Maret 2019.

Mataram, Garda Asakota.-

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ir H Mohammad Rum, mengungkapkan dampak kejadian gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Lombok Timur pada Minggu 17 Maret 2019 dengan kekuatan M 5,4 berpusat di darat pada 20 km arah utara Kota Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 19 km pukul 14.07 WIB serta pada pukul 14.09.19 WIB terjadi gempabumi susulan dengan M=5,1 dengan kedalaman 10 km, selain berdampak pada kerusakan rumah-rumah warga juga mengakubatkan tiga (3) orang meninggal dunia.

Berdasarkan data yang disampaikannya, tiga (3) orang meninggal dunia itu yakni atas nama Tomi Albayani (14 tahun) asal Senaru Bayan Lombok Timur, Tai Sieu Kim (56 tahun) Warga Negara Malaysia. "Dan satunya lagi belum teridentifikasi. Rencananya Insha Alloh pagi ini akan dilakukan evakuasi dari TKP," ungkap Mohammad Rum kepada sejumlah wartawan, Senin 18 Maret 2019.

Sebelumnya, berdasarkan pendataan yang dilakukan BPBD Lombok Timur dan BPBD Provinsi NTB, dampak gempa telah menyebabkan 3 orang meninggal dunia, 60 orang luka-luka termasuk 24 WNA, 32 unit rumah roboh dan 499 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan. 

Satu orang meninggal dunia adalah wisatawan asal Malaysia yang tertimpa material longsoran akibat adanya gempa di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani. Satu lagi korban meninggal sudah diidentifikasi atas nama Tommy (14 tahun) warga Senaru Bayan, sedangkan yang satunya belum dapat diindentifikasi. 

Informasinya, sebanyak 36 wisatawan (22 wisatawan dari Malaysia dan 14 wisatawan nusantara) telah berhasil dievakuasi dari kawasan Air Terjun Tiu Kelep di Lombok Utara. Selain itu sekitar 50 orang berhasil dievakuasi dari Pos 2 ke Pos 3 di Gunung Rinjani dalam kondisi aman. Mereka adalah tim survai jalur pendakian Gunung Rinjani yang berasal dari TNGR, BPBD NTB, Geopark, Porter, PVMBG,  Orplas, TO, TNI, dan Polri.

Penanganan darurat masih terus dilakukan. Bahkan Gubernur NTB, Dr Ir H Zulkieflimansyah, usai gempa kemarin langsung memberikan respon cepat dengan turun langsung menemui Korban Gempa Lombok Timur. Start dari dari pendopo di Kota Mataram, Gubernur menuju lokasi, yang menjadi pusat gempa bumi, yaitu di Kabupaten Lombok Timur ditemani Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol,  Najamuddin,  S. Sos.,  M. M.dan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB itu langsung menemui warga di Desa Pasenggrahan Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur.

Dengan membawa sejumlah bantuan tanggap darurat bencana, Gubernur tiba di desa tersebut sekitar pukul 18.30 Wita. Di lokasi tersebut Gubernur memastikan bahwa masyarakat dalam keadaan aman meski masyarakat masih diliputi sedikit kekhawatiran. Gubernur dan rombongan disambut puluhan masyarakat yang rumahnya terkena dampak gempa tersebut. Kemudian Gubernur menanyakan kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat saat itu.  Mereka menyampaikan yang paling mendesak adalah makanan dan tenda.  

Doktor Zul,  sapaan Gubernur NTB itu memastikan seluruh kebutuhan masyarakat tersalurkan malam ini. Bahkan,  sebagian masyarakat di desa itu sudah mendapat bantuan tenda dan makanan. Untuk bantuan lain seperti bantuan dana, gubernur menyampaikan masih perlu pendataan. Sehingga bantuan betul betul tersalurkan tepat sasaran. Namun,  yang terpenting masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

"Kita menghimbau agar masyarakat tetap tenang," imbau Gubernur. 

Gubernur langsung menyerahkan tenda dan sejumlah makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan dalam keadaan darurat. Masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Gubernur atas respon cepat dengan menyerahkan bantuan tersebut. (GA. 211*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.