Header Ads

Launching Buku "Nurani Keadilan", Ketua MK RI Terharu dan Teteskan Air Mata



Kehadiran Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Dr. H. Anwar Usman, S.H., M.H., disambut hangat Penulis buku NURANI KEADILAN (Refleksi Diri dan Keberagaman) Hazairin, AR, SH, MH, di Kampus STISIP Mbojo Bima, Jumat sore (8/2).



Kota Bima, Garda Asakota.-

Launching dan bedah buku, NURANI KEADILAN (Refleksi Diri dan Keberagaman) karya Hazairin, AR, SH, MH, mantan Aktivis 1998, berlangsung di Aula STISIP Mbojo Bima, Jumat sore (8/2). Meski sempat molor, acara ini berjalan lancar dan sukses. Selain menghadirkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Dr. H. Anwar Usman, S.H., M.H. sekaligus sebagai Narasumber, juga hadir sejumlah pejabat Pemkab dan Pemkot Bima seperti Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer, Sekda Kab Bima, Drs. HM. Taufik HAK, Asisten 2 Setda Kota Bima Drs. H. Alwi Yasin, M.AP, kalangan Akademisi dan para Mahasiswa di sejumlah Perguruan Tinggi Bima.




Setelah membaca isi dari buku tersebut, Ketua MK RI, Dr. H. Anwar Usman, SH, MH, menyampaikan keharuannya karena baru pertama kali meneteskan air mata saat membaca sebuah buku karya anak Bangsa, putra asli Bima. "Buku ini karya tulis putra Bima yang berjudul Nurani Keadilan "Refleksi Diri dan Keberagaman". Terus terang, baru buku ini yang membuat saya terharu dan meneteskan air mata," ucapnya saat membuka Launching dan bedah buku, NURANI KEADILAN (Refleksi Diri dan Keberagaman).

Di sisi lain, dirinya merasa terpukul bahwa Bima masih dinilai terbelakang. Salah satunya dari aspek pendidikan. Padahal di satu sisi dia menyebut banyak tokoh sukses di pusat berasal dari Bima. "Bahkan dua Putra Bima pernah menjadi Ketua MK, jadi sangat disayangkan jika saat ini Bima belum memiliki Universitas sendiri, harusnya Bima lebih maju lagi," tuturnya singkat.

Sebelumnya, Penulis Buku, Hazairin AR, SH, MH, dalam sambutan singkatnya menegaskan bahwa ada sebuah Catatan Hikmah yang ditemuinya sebelum acara Bedah Buku ini berlangsung. Yang mana diakuinya ada dua peristiwa besar yang mendahului acara Bedah Buku yang ia tulis, yaitu meninggalnya Akademisi STISIP Mbojo Bima. "Karena dari percakapan dengan beliaulah (Alm Arif Sukirman, red) kegiatan hari ini bisa terselenggara. Kemudian peristiwa kedua, gugurnya putra terbaik RI Anggota Kopassus Bima karena kontak senjata dengan KKB di Papua," sebutnya.

Kata dia, inti dari semua diskursus yang dibangun dalam buku yang ia tulis berjudul Nurani Keadilan "Refleksi diri dan Keberagamaan", bertumpu kepada mengajak umat manusia yang tidak hanya berpikiran cerdas tetapi juga harus masuk ke alam berpikir yang tercerahkan. Sebab, hanya dengan itu kita baru bisa bicara ada keteladanan secara personal, ada keteladanan secara berkelompok  dan ada keteladanan dalam kehidupan bernegara. Tetapi keteladanan itu bukan hanya sebuah kata atau tafsir, tapi keteladanan itu tumbuh karena dia dituntut oleh Hati Nurani sebagai satu rupa sejati umat manusia. "Intinya dia harus punya varian, yang pertama Amanah sebagai penyampai kebenaran, kemudian Cerdas membuat diplomasi dan dapat dipercaya," papar pria yang saat ini mengabdi di BNN Pusat ini.

Buku ini diakuinya, diulas dalam empat bab. Di bab pertama berbicara tentang akal sehat dan demokrasi, kemudian bab dua tentang moral, agama, dan kemanusiaan. Selanjutnya di bab tiga berbicara tentang dinamika pembangunan Propinsi NTB dan bab ke empat berbicara tentang era baru membangun Pemerintah Daerah tingkat II Bima.

Sementara itu, Ketua STISIP Mbojo Bima, Drs. Mukhlis Ishaka, M.AP., mengakui bahwa Bedah Buku ini merupakan kegiatan yang pertama dilaksanakan di Kampus STISIP Mbojo Bima. Karenanya secara khusus pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Penulis yang menempatkan Kampus STISIP Mbojo sebagai tempat pelaksanaan Bedah Buku hasil Karya tulisnya. "Diharapkan nantinya kita bisa mengikuti, memberikan masukan dan menelaah buku hasil karya tulis beliau untuk pengembangan kedepan," ungkap Mukhlis.

Ia berharap kedepan dengan kegiatan ini semoga dapat mendorong semangat kalangan Akademisi untuk banyak menulis buku buku seperti ini. "Kalau di STISIP Mbojo sebenarnya sudah banyak yang menulis buku seperti ini, namun belum ada satupun yang dibedah, yah semoga kegiatan ini menjadi spirit agar buku yang di tulis dapat dibedah," harapnya.

Mewakili Pemerintah Kota Bima, Asisten II Setda Kota Bima, Drs.H. Alwi Yasin, M.AP, dalam sambutan singkatnya menegaskan bahwa orang yang memiliki literasi yang baik adalah yang mampu menciptakan kecerdasan yang baik pula. "Orang-orang cerdas itu adalah orang yang memiliki literasi yang memadai yaitu orang yang memiliki kecerdasan yang baik, profesional dan berkepribadian," tegasnya singkat.

Wakil Bupati Bima, Dahlan M. Noer, juga memberikan apresiasi khusus pada penyelenggaraan launching dan bedah buku yang dilaksanakan STISIP Mbojo Bima. Hal ini sesuai dengan salah satu program Kabupaten Bima yang saat ini sedang mengembangkan budaya literasi di Bima.


Sekilas tentang biodata Penulis. 



Hazairin AR lahir di Ngali-Bima 30 Desember 1976. S-1 Ilmu Hukum Universitas 45  Makassar 1999 dengan skripsi "Penculikan dan Perampasan Kemerdekaan Aktivis Politik Di Jakarta".  S-2 Hukum Ekonomi Universitas Indonesia (UI) 2003 dengan tesis " UU Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Tahun 2003-2008 bekerja sebagai Partner Govermant Affair pada Kantor Hukum Martin Jati Lawyers. Tahun 2009 bekerja sebagai Staf Khusus Direktur Kebijakan Pengadaan Khusus LKPP RI dan tim nara sumber RUU Pengadaan Barang dan Jasa.

Tahun 2011- 2019 bekerja sebagai penyelidik kasus kejahatan Narkotika, penyelidik kasus Tindak Pidana Pencucian Uang, Petugas pengawasan dan pengawalan pemusnahan barang bukti Narkotika dan Prekursor Narkotika. Pada Tahun 2014 BKO di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI sebagai anggota Tim Deradikalisasi BNPT wilayah Bima-NTB.

Hazairin juga pernah mengikuti Dikjur Penyidik dan Penyelidikan kasus Narkotika di Balai Diklat BNN RI Lido-Bogor bekerja sama dengan Brunei Daeussalam. Pernah Dikjur Penyidik dan Penyelidik Kasus Narkotika di Pusdik Serse Mega Mendung-Bogor. Pernah Ikuti Kursus Kejahatan Nakotika di Shenzen-Republik Cina. Mantan Aktivis HMI Cabang Makassar, PB HMI, Forum Kinerja Kewaspaan Nasional Sul-Sel, dan aktivis pergerakan mahasiswa hingga Tahun 2003. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.