Header Ads

Gubernur Disorot, Hadir Di Acara HUT Desa Mamben Bersama Caleg PKS

Gubernur NTB, Dr Ir H Zulkieflimansyah, saat menghadiri acara HUT Desa Mamben Baru Kecamatan Wanasaba Lotim, Minggu 24 Maret 2019.

Mataram, Garda Asakota.-

Memasuki masa kampanye jelang Pemilu 17 April 2019, semua pihak mestinya berhati-hati dalam mengambil sikap guna menjaga kondusivitas daerah. Apalagi tingkat kompetisi dalam masa kampanye ini cukup tinggi sehingga abai sedikit terhadap prosedur dan mekanisme yang seharusnya dilaksanakan dapat berujung pada munculnya perasaan saling ketersinggungan dalam tingkatan kehidupan bermasyarakat.

Kehadiran Gubernur NTB, Dr Ir H Zulkieflimansyah, di acara Hari Ulang Tahun Desa Mamben Baru Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur pada Minggu 24 Maret 2019 bersama dengan dua orang Caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni Caleg DPR RI dan Caleg DPRD NTB menuai pertanyaan, kritikan serta sorotan tajam dari tokoh masyarakat Desa Mamben Baru, TGH Hasmi Hamzar, yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta'limat Provinsi NTB.

"Meski kehadiran Gubernur dan dua orang Caleg itu diakui mereka tidak berkampanye, namun kehadiran Gubernur dengan dua orang Caleg itu akan memunculkan persepsi negatif dalam masyarakat. Apalagi di wilayah Mamben itu rata-rata adalah jamaah Maraqitta'limat yang notabene adalah keluarga besar saya. Anehnya lagi, ada acara Gubernur disitu tapi kok protokolernya tidak mengundang tokoh masyarakat setempat," sorot TGH Hasmi kepada wartawan media ini Rabu 27 Maret 2019.

Menurutnya jika alasannya dua orang Caleg itu diundang oleh Kades yang nota bene mengaku sebagai kader PKS. Namun menurutnya di Desa itu, kader PKS hanya Kades itu aja. "Dan berdasarkan pengakuan Kadesnya itu kepada saya, pak Kades hanya mengundang Gubernur saja dalam acara itu. Dan Kades mengaku tidak mengetahui ihwal kehadiran dua orang Caleg PKS," kata TGH Hasmi mengutip pembicaraannya dengan Kades.

Begitupun ketika pihaknya menanyakan ihwal kedatangan pak Gubernur kepada Kapolsek Wanasaba dikatakannya pak Kapolsek pun tidak mengetahuinya. 

"Akhirnya hal ini menjadi tanda tanya besar buat kami. Pada acara keagamaan yang lainnya di Kota Mataram, kami juga mendengar pak Gubernur membawa serta Caleg juga. Jadi kami berharap, pak Gubernur tidak lagi melakukan hal itu karena disamping ini berkaitan dengan kehormatan Gubernur juga kami khawatir dengan soal keamanan saja. Apalagi itu terjadi di ranah jama'ah saya yang nota bene keluarga besar saya. Sebab selama ini mereka sangat patuh, tau-tau terjadi seperti ini akhirnya goncang dan Kades terus diadili hingga saat sekarang oleh warga," cetus pria yang juga merupakan anggota DPRD NTB dari Fraksi PPP.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr Ir H Zulkieflimansyah, yang dikonfirmasi wartawan salah satu media mengaku hadir di acara hari ulang tahun Kades tersebut berdasarkan undangan dari Kades. Kedatangan saat itu kata dia, murni dalam memenuhi undangan Kepala Desa yang kebetulan merupakan Kader PKS.
“Saya biasa hadir di acara Caleg partai apa saja, apalagi partai saya PKS. Tapi, nggak ada saya kampanye-kampanye disana,” ucap Bang Zul.

Kunjungan ini kembali ditegaskan Bang Zul, tidak ada sama sekali muatan mengkampanyekan kedua Caleg.
Ia hanya datang memenuhi undangan kepala desa dan kedua caleg untuk mengikuti sekaligus membuka kegiatan olahraga jalan sehat bersama Gubernur. (GA. 211*)



No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.