Header Ads

Bupati Didorong Percepat Pembebasan Lahan untuk Perluasan Landasan Pacu BSS dan Jembatan Lewamori



Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Pemkab Bima dalam hal ini Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti, SE, didorong untuk mempercepat pelurusan muara sungai yang memotong perpanjangan landasan pacu bandara Sultan Muhammad Salahuddin (SMS) Bima dan juga mempercepat proses pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan Lewamori, karena kedua obyek proyek tersebut anggarannya sudah lama ready di Pusat tinggal menunggu pembebasan lahan oleh Pemda saja baru dikerjakan. "Jangan sampai nanti akibat tertunda terus anggarannya justru dialihkan lagi pada daerah lain yang lebih siap seperti kejadian tahun 2015," ungkap warga Bima yang ogah namanya dikorankan kepada wartawan, Minggu siang (17/3).


Menurutnya, tahun 2015 silam sebenarnya anggaran untuk perluasan landasan pacu bandara SMS dialihkan ke Bandara Komodo akibat belum adanya kesiapan pembebasan lahan oleh Pemda. Padahal jika kedua proyek itu sukses dikerjakan, maka manfaatnya akan sangat besar untuk memajuan daerah di masa datang. "Misalkan, Jembatan Lewamori, selain memperlancar lalu lintas barang jasa, kehadirannnya juga dapat memperpendek jarak antar wilayah di Kabupaten Bima," tuturnya.

Untuk itu ia menyebutkan bahwa sekiranya dapat direalisasi cepat, maka itu akan dinilai sebagai prestasi Bupati saat ini, serta laku dijual pada Pilkada mendatang. Sebaliknya, jika tidak mampu  diwujudkan di sisa masa jabatannya saat ini, maka masyarakat akan bertanya-tanya. "Masa dari jaman suami (era Bupati Bima, Alm H. Ferry Zulkarnain) hingga istrinya (Bupati Bima) sekarang ini, kedua proyek besar itu tidak mampu direalisasikan?," cetusnya singkat.

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, yang dimintai tanggapannya menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pembebasan lahan seluas 11 ha di tahun 2018 sebesar Rp14 milyar lebih. Namun agar informasinya lebih terinci Bupati mempersilahkan wartawan untuk meminta penjelasan Kabag Administrasi dan Pemerintahan Pemkab Bima. "Untuk lebih lengkap, komunikasi dengan bagian Tatapem," katanya Minggu siang.

Sementara itu, Kabag Administrasi dan Pemerintahan Pemkab Bima Drs. H. Masykur, MM, melalui Kasubag Pertanahan, Budiansani, ST, justru menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bima dibawah kepemimpinan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, serius mewujudkan pelebaran dan perpanjangan landasan pacu (runaway) Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Khusus untuk perpanjangan landasan pacu bandara, diakuinya proses pembebasan lahan sudah tuntas dilakukan pemerintah.

"Terakhir tahun 2015 lalu pemerintah daerah telah membebaskan tambak di bagian barat sebagai lokasi relokasi sungai yang memotong jalur landasan pacu. Dan saat ini proses pembangunan  alur sungai baru tersebut telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah melalui  Dinas PUPR Kabupaten Bima, sehingga pekerjaan pelebaran dan perpanjangan landasan pacu segera dapat dilaksanakan," tegasnya.


Sementara, pembangunan Jalan dan Jembatan Lewamori yang menghubungkan Desa Sondosia Kecamatan Bolo dan Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima direncanakan akan segera dibangun, karena proses pengadaan tanah (pembebasan lahan) untuk pembangunan  jalan dan jembatan tersebut telah selesai dilaksanakan pada tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp14,45 Milyar dengan luas lahan sekitar 11 Hektar. Saat ini, sambung pria yang disapa Yayat ini, pemerintah daerah telah menyiapkan Dokumen Laporan Hasil Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan Lewamori yang nantinya akan disampaikan ke pemerintah pusat melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi NTB. (GA. 212*)    

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.