Header Ads

Waspadai Wabah DBD, Lawan Dengan Gerakan 3M


Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Provinsi NTB, dr  Nurhadini Eka Dewi, Sp.A., 

Mataram, Garda Asakota.-

Bulan Februari hingga Maret mendatang menjadi bulan puncak mewabahnya kasus Demam Berdarah (DBD) yang dikategorikan masuk dalam siklus sepuluh tahunan penyebaran virus DBD. Masyarakat pun diimbau untuk waspada dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dengan melakukan gerakan 3M yakni Mengubur, Menguras, dan Menutup wadah-wadah atau tempat-tempat yang menjadi sumber kembang biaknya virus DBD. 

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Provinsi NTB, dr  Nurhadini Eka Dewi, Sp.A., sampai sejauh ini jumlah total korban terserang atau suspect virus berbahaya ini se-NTB adalah sebanyak 249 orang. 

"Paling banyak terserang adalah Kabupaten Lombok Barat yakni sebanyak 105 suspect dan yang positif mengalami DBD adalah sebanyak 72 orang dan tersebar di Kuripan, Gerung dan Sekotong. Dari rata-rata yang terserang itu kebanyakan korbannya adalah anak-anak," jelas dr Nurhadini kepada sejumlah wartawan. Rabu 06 Februari 2019, di gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB.

Karena yang terserang ini adalah kebanyakan anak-anak, Kadikes mengaku telah menyurati Bupati dan Walikota se-NTB serta pihak Dikbud dan Kemenag yang membawahi sekolah dan madrasah, agar pada saat jam sekolah sekitar jam 10.00 wita pagi dilakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan menjadikan guru UKS sebagai Juru Pemantau Jentik atau Jumantik. 

"Penanganan yang paling utama itu adalah penanganan berbasis lingkungan dengan melakukan kegiatan 3M yakni Mengubur, Menguras dan Menutup wadah-wadah penampung air plus pakai lotion anti nyamuk serta tidur menggunakan kelambu," terangnya.

Sampai sejauh ini, menurutnya, korban meninggal akibat DBD ini sudah empat orang yakni dua orang dari Kota Bima dan dua orang dari Kabupaten Dompu. 

Menurutnya jika melihat kondisi cuaca saat sekarang ini, bulan Februari ini menjadi puncak musim hujan dan berlangsung hingga Maret nanti. "Sehingga dari bulan Februari hingga Maret nanti kita tetap harus waspada terhadap serangan DBD ini. Bisa dibilang ini masuk kategori puncak sepuluh tahunan," tandasnya. (GA. 211*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.