Header Ads

Visi Walikota Kuat Berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi di Bima


Kota Bima, Garda Asakota.-

Sejumlah Pimpinan Perguruan Tinggi (PT) di Kota Bima yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi (APTISI) NTB menggelar audiensi dengan walikota. Pertemuan bersama Ketua STIE, STKIP Bima, STIH, Direktur Akbid Surya Mandiri dan STKIP Taman Siswa Bima itu, didampingi juga oleh Wakil Walikota, Kadis Dikbud dan Kabag Humaspro.

Materi pertemuan, mendengarkan Visi Pemkot Bima terkait arah pembangunan pendidikan tinggi yang ada di Kota Bima ke depan. Guna menjalin kerjasama memajukan pendidikan di daerah dan mendorong tercapainya visi misi kepala daerah.


Inisiator audiensi, Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M. Si, menyampaikan beberapa poin tentang langkah strategis membangun daerah. "Utamanya adalah melibatkan langsung perguruan tinggi untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, mendorong percepatan pembangunan di Kota Bima," ungkap Doktor Ibnu kepada wartawan, Rabu (20/2).

Menurut Doktor Ibnu, poin pertama yang disampaikan Ketua STKIP Taman Siswa Bima itu adalah keadaan tata kelola PT yang kini sudah punya capaian yang kompetitif. Baik di skala nasional maupun internasional. Di skala nasional, kata dia, sejumlah perguruan tinggi di Kota Bima sudah memperoleh rata-rata prodi akreditasi B bahkan akreditasi institusinya ada yang B Sementara di tingkat internasional, hampir semua kampus sudah menjalin kerjasama dengan kampus luar negeri seperti Malaysia. 

Kata dia, capaian PT ini bisa dimanfaatkan pemerintah kota dalam rangka percepatan pembangunan daerah di berbagai  bidang pendidikan, sosial politik, hukum, kesehatan, ekonomi untuk peningkatan derajat masyarakat. "Artinya sejumlah PT di Kota Bima saat ini sudah punya daya saing. Karena memiliki SDM yang sudah relatif baik bisa diandalkan pemerintah, karena sudah banyak yang memenangkan hibah penelitian dan pengabdian, sudah memiliki tradisi riset dan publikasi," paparnya.

Menurut doktor jebolan UI ini, PT sudah siap memperkuat kebijakan berbasis pengetahuan (knowlegde based policy) Sehingga nanti, produk kebijakan Pemkot harus berbasis riset. "Riset ini kita libatkan dosen maupun mahasiswa. Naskah akademik (seperti perda,dll) pemkot juga bisa bekerjasama PT membantu memotret kinerja birokrasi," terangnya.

Walikota Bima, HM. Lutfi, SE, sangat wellcome dan antusias bermitra dengan perguruan tinggi. Beliau memiliki visi, akselasi untuk bangun PTN di Bima dalam rangka mensinergikan visi pemerintahan kota di bidang pendidikan dan akan melakukan pertemuan lanjutan. "Walikota  mengajak kampus2 Bima untuk bergandeng tangan mendorong majunya daerah melalui pendidikan di perguruan tinggi," katanya.

Diakui, Walikota Bima memiliki komitmen untuk mengubah mindset masyarakat agar lebih baik. Khususnya dalam rangka penguatan ekonomi dengan melibatkan para dosen sebagai perencana, pelaksana pendamping program kegiatan masyarakat. Dosen berkualifikasi baik mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan pengabdian utamanya merubah mindset menjadi  wira usaha baru yang punya softskill di setiap cluster ekonomi skala kecil bahkan menengah di berbagai kelurahan. "Sekali lagi ini  visi pak wali ingin mengubah mindset masyarakat ini melalui pendampingan," tegasnya.

Selain itu Walikota Bima saat ini sedang memikirkan, mencari skema pembiayaan untuk peningkatan kapasitas perguruan tinggi. Sebab dengan peningkatan kapasitas PT, akan bisa membantu menekan angka pengguran dari tingkatan sarjana. "Banyak sarjana yang menganggur dan hanya berharap menjadi seorang ASN. Ini juga yang harus diubah pola pikirnya agar tidak terjadi kesenjangan. Sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan di daerah," pungkasnya. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.