Header Ads

Reses di Kelurahan Melayu Anggota Dewan Dapil Asakota Hadir Lengkap


Kota Bima, Garda Asakota.-

Kelurahan Melayu menjadi sasaran kedua setelah Kelurahan Jatiwangi yang dikunjungi oleh Anggota DPRD Dapil Asakota dalam agenda Reses Dewan Masa sidang I tahun dinas 2019. Di hari kedua ini lima orang legislator Asakota hadir lengkap di arena reses Lapangan Bola eks kantor Polsek Asakota Tolobali, Kamis sore (7/2). Mereka adalah,  Ir. M. Nor duta PAN, Khalid bin Walid duta Gerindra, Jaidin Ishaka PDIP, Hj. Rini Anggriani, SE duta PBB, dan H. Sidra duta PPP.

Pantauan langsung wartawan. Selain dihadiri kelima anggota dewan tersebut, hadir pula Lurah Melayu, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur pemuda, unsur wanita dan segenap elemen warga lainnya. Lurah Melayu, Kamrin, S.Sos, yang  mewakili undangan reses menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap legislator Asakota yang telah memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakatnya. "Ini semua terbukti dengan banyaknya realisasi program yang dilaksanakan di Kelurahan Melayu pada kurun waktu tahun 2018. Alhamdulillah tahun 2018 ada beberapa program yang dilaksanakan di kelurahan Melayu antara lain program pembangunan 33 unit bedah rumah, kemudian program ipal comunal, pembangunan jembatan dan lain sebagainya, itu semua berkat perjuangan legislator kita," paparnya.

Setelah menjelaskan panjang lebar terkait dengan program pembangunan di Kelurahan Melayu secara khusus  Lurah berharap agar program fogging atau pengasapan jentik-jentik nyamuk DBD segera dilakukan untuk mencegah terjadinya wabah tersebut. "Apalagi warga kami telah ada yang menjadi korban mengingat sekarang masuk musim hujan," harapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Dapil Asakota di Kelurahan Melayu, Khalid bin Walid menjelaskan bahwa kegiatan reses dilaksanakan adalah semata-mata bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat sebagai konstituen. Oleh karenanya, kata dia, kehadiran masyarakat di arena reses sangatlah penting karena dari masyarakatlah didapatkan hal-hal yang nantinya akan diperjuangkan oleh legislator di lembaga Dewan. "Sebuah hal yang rugi bilamana di agenda reses seperti ini masyarakat tidak mau hadir guna menyampaikan uneg-uneg atau aspirasinya," ujarnya.

Walid menitip pesan agar warga masyarakat bersama-sama mendukung program-program yang dilakukan Executive bersama legislatif. Diakuinya, momen Pilkada 2018 telah berlalu, benang kusut yang menyertainya hendaknya dapat dirajut kembali oleh warga masyarakat satu sama lainnya. "Tidak ada lagi sekat antara Manuver, Mataho atau Lutfi-Feri semuanya adalah pemimpin kita bersama karenanya mari kita kawal dan bantu mereka," pesannya.

Hal senada pun disampaikan oleh Jubir Reses DPRD Dapil Asakota, Ir. M. Nor. Ia menyebut bahwa apa yang disampaikan oleh rekannya Khalid bin Walid benar adanya karena masyarakatlah pilar utama pembangunan sesuai denga amanat UU. "Jadi karena itulah masyarakat diharapkan untuk pro aktif dalam mendukung pelaksanaan pembangunan meski wujudnya berupa sebuah partisipasi hadir dalam agenda reses seperti ini," singkatnya.

Pantauan Garda Asakota, meski agenda reses berlangsung di bawah rintik-rintik hujan tidak menyurutkan antusias warga masyarakat Kelurahan Melayu untuk menyampaikan aspirasinya kepada anggota Dewan Dapil Asakota. Beragam hal disampaikan mulai dari permintaan Hotmiks Gang yang belum tersentuh,bperbaikan drainase rusak, pembuatan lapangan Volly di eks kantor Polsek Asakota, kemudian perbaikan deker di beberapa titik, permintaan pembuatan Perda Narkoba yang dinilai sudah sangat di butuhkan mengingat peredaran Narkoba yang kian massiv hingga permintaan biaya pendidikan sampai Sarjana untuk satu jiwa per Kepala Keluarga (KK). (GA. 003*)
     

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.