Header Ads

Reses Awal Tahun, Seorang Anggota Dewan Dapil Asakota Absen


Kota Bima, Garda Asakota.-

Seorang anggota dewan Dapil Asakota, Khalid bin Walid, absen saat menggelar reses awal tahun 2019 yang dipusatkan di Lingkungan Gindi Kelurahan Jatiwangi Asakota Kota Bima, Rabu sore (6/2). Kabar menyebutkan bahwa Khalid absen di reses pertama awal tahun karena kerabat dekatnya meninggal dunia. Sedangkan empat Anggota DPRD Dapil Asakota lainnya seperti dari Fraksi PAN, Ir. M. Noer, Hj. Rini Anggriani, SE (PBB), H. Sidra (PPP), dan Jaidin Ishaka dari PDIP hadir tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan.


Reses perdana awal tahun Dapil Asakota yang di hadiri oleh Toga, Toma, RT/RW, Ormas Pemuda, Ormas Wanita, dan segenap komponen warga lainnya itu dalam rangka menjaring aspirasi warga masyarakat selaku konstituen di Daerah Pemilihannya. "Kami menekankan kepada warga masyarakat agar di kesempatan reses inilah sebenarnya bisa menyampaikan uneg-uneg tentang segala hal yang memang di butuhkan di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Itulah kenapa reses kali ini kami tempatkan di lingkungan Gindi tanpa bermaksud membedakan Gindi dengan lingkungan lainnya di Kelurahan Jatiwangi ini," ungkap Jubir Reses Anggota Dewan Dapil Asakota, Ir. M. Nor.

Pihaknya sejarah terbuka memberikan kesempatan pada warga masyarakat yang hadir untuk manfaatkan momen reses ini dengan sebaik-baiknya karena bagaimanapun masyarakat merupakan salah satu pilar utama sebuah pembangunan. "Karena kalau masyarakat tidak terlibat dalam pembangunan, maka itu sudah menyalahi aturan perencanaan pembangunan karena dalam UU No. 23 Tahun 2014 jelas menyatakan bahwa salah satu pilar pembangunan adalah masyarakat atau keterlibatan masyarakat di dalamnya. Dan salah satu wujud keterlibatan masyarakat sebagai unsur pilar pembangunan adalah melalui partisipasinya hadir dalam kegiatan reses. Bila masyarakat pro aktif seperti ini maka tidak ada lagi hal-hal terkait dengan pembangunan di lingkungan yang tidak di ketahui oleh masyarakat itu sendiri," tegasnya.

Sementara itu, Lurah Jatiwangi, Muhammad, H.MH, S.Sos, menyampaikan selamat datang kepada segenap anggota DPRD Dapil Asakota di wilayah kerjanya sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dalam rangka menjaring aspirasi. "Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan terkait dengan pembangunan di Kelurahan Jatiwangi atas perjuangan legislator kita yang pada hari ini melaksanakan kegiatan resesnya untuk masa sidang I Tahun Dinas 2019," ucapnya.

Diakuinya, di tahun 2018 ada 17 item program kerja yang di laksanakan di Jatiwangi. Untuk itu, pihaknya berharap demikian pula adanya jumlah program di tahun ini. "Semoga dengan reses ini akan banyak aspirasi masyarakat berdasarkan skala prioritas yang bisa di perjuangkan kembali oleh legislator kita nantinya karena apa yang kita prioritaskan semata-mata semuanya untuk kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat," tegas Lurah.

Pantauan langsung wartawan, memasuki sesi usul-saran beragam aspirasi yang disuarakan oleh perwakilan masyarakat yang ada di Kelurahan Jatiwangi seperti yang di sampaikan oleh Ketua RW. 01, Thony Hendrawan yang meminta agar lapangan milik Pemkot Bima yang ada di lingkungannya di tata dengan baik agar dapat di manfaatkan sebagai ruang interaksi sosial masyarakat yang lebih representatif.  Kemudian Ketua RW. 04 Syamsuddin, S.Pdi, mengusulkan agar di buatkan Perda yang mengatur tentang warung-warung Play Station atau Warung Internet biar tidak semau gue menjadwalkan waktu On Air nya karena menurutnya sudah melewati batas hingga adzan Shubuh.

Sementara Yusuf warga RT 12 lebih menekankan pada normalisasi drainase induk yang dinilai masih dangkal sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan luapan banjir ke lingkungan sekitar. Kemudian usulan pembebasan lahan untuk masyarakat Gindi, ketersediaan lahan untuk transmigrasi lokal dan penataan drainase agar lebih baik lagi.

Menjawab semua usulan warga masyarakat tersebut salah seorang Anggota DPRD Dapil Asakota dari PDIP, Jaidin Ishaka mengakui bahwa semua aspirasi dan usulan ini tetap akan di perjuangkan oleh Legislator Asakota di DPRD sesuai dengan skala prioritas yang di butuhkan oleh masyarakat. "Akan kami perjuangkan bahkan yang menjadi aspirasi mendesak masyarakat untuk kebutuhan sekarang akan di perjuangkan di APBD Perubahan 2019 nantinya," pungkas Jaidin. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.