Header Ads

Pemerintah Sedang Mendata Warga yang Belum Mendapatkan Bantuan Gas Elpiji 3 Kg


 Kasubbag Produksi Daerah  Bagian Ekonomi Setda Kota Bima, Ruslan, SE, MM.
Kota Bima, Garda Asakota.-

Masyarakat Kota Bima kembali direncanakan akan diberikan Elpiji Gratis 3 Kg bantuan tambahan dari Pemerintah. Hal tersebut tertuang dalam surat rekomendasi yang disebarkan di setiap Kelurahan se-Kota Bima yang meminta kepada pihak Kelurahan untuk segera melakukan pendataan tambahan warga masyarakat yang belum menerima Gas Elpiji 3 Kg.

Lurah Jatiwangi Kecamatan Asakota, Muhammad, HMH, S. Sos, mengakui pihaknya telah menerima surat perintah dari Pemerintah Kota Bima melalui Bagian Ekonomi untuk segera melakukan pendataan bagi warga yang belum memiliki Gas Elpiji 3 Kg. Hal tersebut di perkuat oleh Keterangan beberapa perangkat RT RW setempat, salah satunya Ketua RW 01,Thony Hendrawan dan Ketua Rt 01, Abubakar Idrus. "Iya Rt Rt sudah saya minta melakukan pendataan kepada warga warga yang belum memiliki Elpiji 3 Kg. Semua datanya sudah terkumpul dan telah kami serahkan ke kantor Lurah bahkan warga sudah di datangi oleh beberapa orang Sales untuk Sosialisasi terkait tatacara pemakai Elpiji tersebut sekaligus menawarkan alat khusus dengan harga 70 ribu untuk Keamanan selama menggunakan Gas Elpiji tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda Kota Bima, Drs. A. Haris, menjelaskan bahwa Pemerintah hanya menyalurkan Gas Elpiji lengkap satu set tidak ada lagi alat tambahan apapun yang diberikan. Kalaupun ada tawaran penjualan alat, kata dia, maka bisa di pastikan ada pihak pihak tertentu yang ingin memanfaatkan kondisi tersebut. "Kami tidak pernah merekomendasikan pihak manapun dalam program Elpiji Gratis ini," tegasnya.

Senada dengan apa yang di sampaikan oleh atasannya, Kasubbag Produksi Daerah  Bagian Ekonomi Setda Kota Bima, Ruslan, SE, MM, menegaskan bahwa Elpiji 3 kg yang di berikan kepada masyarakat itu sudah lengkap tidak ada lagi alat tambahan apapun dan jika ada pihak manapun yang mengatasnamakan Pemerintah atau Pertamina itu semua tidak benar. "Saya tidak mengatakan bahwa sales-sales tersebut ilegal namun yang jelas baik kami maupun Pertamina tidak melakukan hal tersebut," bantahnya.

Dan mengenai berapa jatah tambahan Kota Bima yang akan mendapatkan Elpiji tersebut dirinya tidak bisa memastikan karena pihaknya masih menunggu data yang diserahkan oleh pihak kelurahan. "Selanjutnya, itu pula yang akan kami usulkan ke Kementrian ESDM. Untuk keputusan akhir berapa jatah tambahan yang akan Kota Bima terima dalam program Elpiji ini, itu adalah kewenangan Kementrian ESDM yang memverifikasinya," pungkasnya. (GA. 212*)

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.