Header Ads

Meski Telat, Dalam Waktu Dekat BLK LN NTB Akan Dioperasikan


Plt Karo Humas Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., saat memimpin konpers dengan sejumlah awak media, Jum'at 22 Februari 2019.

Mataram, Garda Asakota.-

Keberadaan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK LN) sebagai sebuah wadah peningkatan keterampilan dan wawasan pengetahuan Calon Pekerja Migran yang akan bekerja ke Luar Negeri, menjadi salah satu hal penting yang kini sangat diperhatikan oleh Gubernur NTB, Dr Ir H Zulkielfimansyah.

"Alhamdulillah setelah pak Gubernur meninjau secara langsung keberadaan BLK LN yang ada di Lombok Tengah, beliau (Gubernur, red.) sangat memberikan apresiasinya karena keadaan BLK LN yang kini kondisinya lebih bersih dan insha Alloh siap untuk digunakan sebagai tempat pelatihan calon TKI kita yang akan bekerja ke beberapa Negara sehingga kedepan, calon TKI yang berasal dari NTB, tidak perlu lagi berangkat ke Kota-kota lain atau ke Jakarta untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan," kata Plt Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos saat menggelar konferensi pers di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB didampingi sejumlah OPD terkait seperti Disnakertrans, Dinas Perdagangan, Disdikbud, dan dari Biro Administrasi Kerjasama Provinsi NTB, Jum'at 22 Februari 2019.

Sementara itu Kadisnakertrans Provinsi NTB melalui Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Abdul Hadi, S.Sos, menjelaskan, Disnakertrans Provinsi NTB telah membangun suatu MoU dengan Posnaker RI untuk pendirian BLK LN. 

Menurutnya, ada dua BLK LN yang akan dibangun berdasarkan MoU tersebut, yang pertama BLK LN yang ditempatkan di Lombok Tengah, dan yang kedua yang ditempatkan di gedung eks balai latihan masyarakat transmigrasi. 

"Jika selama ini kesan BLK LN diluar daerah itu terkesan laksana penjara karena dikelilingi tembok hingga mencapai 10 meter dan penjagaan yang berlapis-lapis, maka di BLK LN yang ada di Loteng itu, jika calon pekerja migrannya dekat dengan alamat BLK LN tersebut maka dia diperbolehkan untuk tidak menginap dan metode pendidikan serta pelatihan yang akan diberikan itu bersifat mencerahkan dan menyenangkan," jelasnya.

Jika merujuk pada Perda Nomor 1 tahun 2016, lanjutnya, Provinsi NTB termasuk daerah yang paling lambat dalam merealisasikan keberadaan BLK LN ini. 

"Namun alhamdulillah, dalam waktu dekat ini keberadaan BLK LN ini dapat kita laksanakan dengan baik," cetusnya.

Pihaknya berharap dengan keberadaan BLK LN ini, tidak ada lagi calon pekerja migran yang berasal dari NTB, dilatih atau dididik diluar NTB sehingga pihaknya berharap hal ini juga akan berdampak dalam mengurangi permasalahan yang selama ini sering muncul soal pekerja migran. (GA. Ese*).

Tidak ada komentar

elshandy creative. Diberdayakan oleh Blogger.