Header Ads

Kucurkan Dana Rp12,5 Milyar, Ketua STIE Puji Keperpihakan Lutfi-Feri di Bidang Ekonomi Kerakyatan

Ketua STIE Bima, Firdaus, ST, MM. 


Kota Bima, Garda Asakota.-

Usaha Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dalam upaya membangun perekonomian masyarakat di bidang ekonomi kreatif menuai pujian dari Pengamat Ekonomi Bima, Firdaus, ST, MM. Pemkot Bima dibawah Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Bima, HM. Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH, dinilainya serius meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang menjadi komitmen keduannya saat Pilkada 2018. "Salah satunya dibuktinya dengan dialokasikannya dana sebesar Rp12,5 Milyar untuk memperkuat usaha ekonomi produktif seperti bakulan dan wira usaha lainnya." ungkap pria yang juga Ketua STIE Bima ini kepada Garda Asakota, Minggu (10/2).

Sebagai akademisi, ia mengamati bahwa alokasi dana untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan ini merupakan yang pertama dan terbesar dikucurkan melalui dana APBD-2. "Biasanya tahun-tahun sebelumnya suntikan dana untuk usaha ekonomi produktif ini bersumber dari APBN melalui kementerian-kementerian. Tetapi pada tahun ini, kita bisa buktikan bahwa Kepemimpinan Lutfi-Feri, mampu merogoh APBD-2 untuk alokasi dana pemberdayaan ekonomi masyarakat," tutur Firdaus.

Menurutnya, porsi anggaran pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi ini pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam pengembangan wirausaha, peningkatan pendapatan, serta perluasan skala ekonomi individu warga ataupun kelompok masyarakat. "Saya kira ini terobosan positif Pemkot Bima untuk peningkatan investasi ekonomi masyarakat melalui bantuan modal usaha," ungkapnya. Namun sebelum dana tersebut dicairkan disarankannya agar pengalokasian dana Milyaran itu dilakukan dengan menggunakan alokasi yang dibagi merata ke setiap wilayah kecamatan agar tidak terjadi kesenjangan pembangunan. "Selain itu perlu pendataan riil usaha usaha ekonomi produktif masyarakat agar bantuannya tepat sasaran," sarannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Litbang Bappeda Kota Bima, Drs. Adisan, mengakui adanya alokasi dana sebesar Rp12,5 Milyar untuk peningkatan ekonomi mikro masyarakat di Kota Bima. Secara umum nantinya, dana ini akan dialokasikan untuk membantu usaha-usaha ekonomi masyarakat seperti bakulan, perbengkelan dan usaha ekonomi produktif masyarakat lainnya. "Seperti yang sudah disampaikan langsung oleh bapak Walikota dan Wakil Walikota ada alokasi dana Rp12,5 Milyar untuk peningkatan ekonomi mikro, sifatnya untuk pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat," ungkap Adisan, Minggu (10/2).

Diakuinya, sasaran penerima manfaat dari bantuan ini sedang digodok oleh Pemerintah Kota Bima. "Bagaimana kriterianya nanti akan disampaikan secara resmi oleh pemerintah kota tapi pada prinsipnya keinginan Walikota dan Wakil Walikota Bima bapak H. Lutfi dan pak Feri Sofiyan bantuan ini sasarannya diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki usaha terutama di kantong kantong kemiskinan," tandasnya (GA. 212*)



No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.