Header Ads

Jawab Keluhan Pemadaman Listrik, Dewan Jadwalkan Hearing dengan PLN Bima


Kota Bima, Garda Asakota.-

Hidayat, seorang Tokoh Pemuda lingkungan Lewi Kelurahan Jatibaru mengeluhkan kondisi pemadaman listrik yang akhir-akhir ini sering terjadi, bahkan dianggapnya sudah melampaui batas kewajaran karena proses pemadaman berlangsung tak mengenal waktu.

Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Reses Anggota DPRD Dapil Asakota Masa Sidang I Tahun dinas 2019 yang berlangsung di lingkungan Lewi Kelurahan Jatibaru, Jumat sore, (8/02). "Apa langkah anggota Dewan Dapil Asakota terhadap persoalan tersebut agar dapat teratasi," ujarnya.

Selain persoalan listrik sering padam, hal kedua yang di kritisinya adalah tentang pendataan program Elpiji Gratis tambahan yang dinilainya tebang pilih dan tidak mengedepankan asas pemerataan. "Pendataan Elpiji 3 Kg tambahan sudah tidak merata lagi karena yang kami lihat di lapangan itu terkesan tebang pilih kami harap ini harus di jelaskan kepada masyarakat," keluhnya.

Menjawab hal tersebut, anggota DPRD Dapil Asakota, Ir. M. Nor, mengaku pihak DPRD telah merencanakan pemanggilan Direktur PLN Bima untuk menjawab terkait dengan kondisi pemadaman listrik yang memang sudah tidak normal lagi saat ini.

Bahkan mirisnya lagi, kata dia, jadwal pemadaman pun sudah tidak terjadwal secara bergilir lagi. "Sehari bisa padam dua hingga tiga kali, InsyaAllah Senin depan kami di Komisi II akan lakukan hearing dengan PLN Bima untuk mengetahui apa sebenarnya persoalan yang terjadi," katanya.

Menjawab hal kedua yang di kritisi warganya,  M. Nor mempersilahkan Lurah Jatibaru untuk menjelaskannya secara detail kepada masyarakat. Lurah Jatibaru,Tasrif, S.bk, yang saat itu duduk bersebelahan dengan 5 anggota DPRD Dapil asakota langsung meresponnya. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya atau tahun 2018 lalu Elpiji yang telah di serahkan kepada masyarakat sejumlah 1340 unit. "Dan Alhamdulillah di tahun ini ada program penambahan Elpiji 3 Kg sebanyak 3000 lebih unit, saat ini sedang di lakukan proses pendataan oleh pihak kelurahan bersama RT. Jika kita tidak dapat sekarang kita kejar terus sampai warga Jatibaru semuanya dapat memiliki Gas Elpiji 3 kg," jelasnya panjang lebar.

Selain kedua hal tersebut beragam aspirasi masyarakat lainnya juga di utarakan oleh warga lainnya seperti yang disampaikan Tasrif Ketua RW. 07. Normalisasi saluran yang berada di areal Kuburan yang menurutnya harus segera di carikan solusinya agar tidak terus mengikis area kuburan sehingga air bisa langsung mengarah ke sungai induk.

Kemudian Iya menyinggung usulan bantuan dana pembangunan masjid yang meski sudah berkali-kali disampaikan, namun hingga sekarang belum juga ada tindaklanjutnya. "Moga bisa di perhatikan karena itu sarana ibadah," pintanya.

Hal lainnya yang di aspirasikannya adalah selain usulan pembukaan gang baru di RT. 7, juga ada usulan pembukaan lanjutan jalan lingkar Utara biar tembus dan dihotmiks. "Karena jalan tersebut merupakan akses yang sangat potensial untuk para pengrajin batu-bata," usulnya lagi.

Kembali Ir. M. Nor, ditemani empat anggota Dewan Dapil Asakota lainnya seperti Khalid bin Walid duta Gerindra, Jaidin Ishaka PDIP, Hj. Rini Anggriani, SE duta PBB, dan H. Sidra duta PPP, menyampaikan bahwa semua aspirasi yang disampaikan tersebut pada prinsipnya akan tetap di perjuangkan. "Semua akan tetap diperjuangkan, tetapi tetap melihat sisi kemampuan anggaran daerah," pungkasnya singkat. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.