Header Ads

Curhat Warga Kolo dari Lurah yang Tak Banyak Dikenal Hingga Persoalan Pelayanan Kesehatan


Kota Bima, Garda Asakota.-

Tokoh masyarakat dan tokoh pemuda lingkungan Bonto Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota mengkritisi beberapa hal utama yang sangat mendasar untuk segera disikapi secara serius oleh Pemerintah Kota Bima dan pihak Legislatif melalui para anggota dewan utusan Dapil Asakota. Beberapa persoalan utama itu diantaranya adalah berkaitan dengan mandeknya pemerintahan Kelurahan Kolo, persoalan maraknya penyakit sosial yang melanda generasi muda, hingga keluhan aspek pelayanan Kesehatan.

Hal tersebut di sampaikan masyarakat dalam Agenda Reses Anggota DPRD Dapil Asakota Masa sidang I tahun 2019 yang di helat di lapangan Perjuangan Lingkungan Bonto Sabtu pagi (9/2) seperti yang di sampaikan oleh Dua Tokoh Pemuda Bonto, Adi dan Abdillah. "Sistem Pemerintahan yang ada di Kelurahan Kolo misalnya, saat ini tidak berjalan sebagaimana layaknya sebuah Pemerintah Kelurahan," sorot Adi mengawali curhatnya dihadapan lima anggota dewan Dapil Asakota.


Sepengetahuannya, sebagai bagian dari warga masyarakat Kelurahan Kolo untuk nama Lurahnya saja banyak yang tidak mengetahuinya. Apalagi selama ini, kata dia, sang Lurah tidak pernah menampakkan dirinya dalam kegiatan kegiatan sosial kemasyarakatan. "Aneh rasanya jika kami sebagai warga Kelurahan Kolo tidak mengenal sama sekali siapa Lurahnya, untuk itulah kami menuntut agar yang bisa menjadi Lurah Kolo harus dari putra asli Kolo karena itu kami harap kepada Anggota DPRD Dapil Asakota untuk bisa secepatnya mengambil langkah-langkah terkait dengan hal tersebut. Kalau bisa sebelum Pemilu, Lurah yang baru asli Kolo sudah ada yang dilantik," harapnya.

Sementara, Abdillah Tokoh Pemuda Bonto lainnya juga mengkritisi bagaimana kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkembangan generasi muda Kota Bima saat ini khususnya Pemuda Kelurahan Kolo yang menurutnya sudah banyak yang terjerumus ke hal-hal Negatif karena itulah semestinya ada campur tangan pemerintah untuk meminimalisir hal-hal tersebut dengan  memberikan bantuan usaha kepada para generasi muda sesuai dengan bidang dan keahliannya. "Kami yakin jika hal tersebut dapat di respon maka pelan tapi pasti kesibukan positif akan menjadi tameng pemuda untuk tidak terjerumus ke hal-hal Negatif," katanya.

Begitupun yang di sampaikan oleh Tokoh masyarakat Kolo lainnya, Muhtar. Ketua RT 12 lingkungan Bonto ini secara khusus mengkritisi persoalan sistem pelayanan Kesehatan melalui Pustu Bonto yang selama ini dinilai sudah tidak normal lagi. Pasalnya ketika warga ingin berobat jarang bisa ditemui petugas Pustu ada di tempat, bahkan ironisnya lagi dalam seminggu itu mereka hadir hanya dua hari saja.

"Itupun waktunya berada di Pustu cuma dua jam, jadi kalau terjadi hal-hal yang berkaitan dengan kondisi kesehatan warga tidak pernah ke Pustu karena sudah pasti nggak ada orang. Padahal dulu pernah di persoalkan urusan pelayanan Pustu ini dalam agenda reses untuk segera di tata kembali sistem pelayanannya agar lebih baik tetapi ternyata apa yang menjadi harapan masyarakat sepertinya di anggap angin lalu saja," keluhnya.

Ia mengaku masih ingat bahwa dulunya Petugas Pustu pernah mengeluhkan kerusakan Pustu hingga membuat mereka tidak optimal melayani masyarakat. "Namun hasilnya apa?, setelah semua keluhan tersebut direspon oleh Pemerintah tidak ada yang berubah dengan sistem penerapan pelayanan Pustu, justru semakin memburuk karenanya kami berharap kepada Pemerintah terutama Anggota Dewan Dapil Asakota segera menyikapinya," pintanya lagi.

Menanggapi hal tersebut, Ir. M. Nor, selaku jubir Reses Dapil Asakota menegaskan bahwa apa yang menjadi keluhan warga tersebut akan tetap diperhatikan untuk ditindaklanjuti dan di perjuangkan di lembaga Dewan. "InsyaAllah apa yang menjadi keluhan warga ini akan menjadi atensi kami di dewan," tuturnya.

Khusus menanggapi tuntutan warga agar yang menjadi Lurah Kolo nantinya harus dari putra asli Kolo, anggota dewan putra asli Kolo, H. Sidra mengakui bahwa keinginan warga tersebut sebelumnya sudah disampaikan pihaknya kepada Walikota Bima, HM. Lutfi, SE.

Menurutnya, ada beberapa nama warga yang telah diusulkan ke Pemerintah Kota baik yang berasal dari Kolo ataupun dari lingkungan Bonto. Bahkan untuk eloknya, kata dia, justru yang bisa menjadi Lurah Kolo nanti kali ini harus berasal dari putra Bonto. "Karena putra Kolo sudah pernah, yah giliranlah. Masa putra Kolo terus, Bonto jugakan ada SDM handalnya dan sudah memenuhi kriteria untuk jabatan tersebut. Bila perlu besok kita sama-sama menghadap pak Walikota,"  pungkasnya singkat. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.