Header Ads

Polisi Akhirnya Berhasil Ungkap dan Membekuk Pelaku Pembunuhan Amar

Kasat Reskrim, Iptu Akmal Novian Reza, S.IK bersama jajaran Polres Bima Kota berpose dengan terduga pelaku pembunuhan Muammar. (Foto/Visioner.com)

Kota Bima, Garda Asakota.-

Jajaran Polres Bima Kota dibawah kendali Kapolres AKBP Erwin Ardiansyah SH, MH,  mengerahkan seluruh personilnya mulai  Reskrim, Intelkam, Tipiter dan lainnya, untuk mengungkap dan menyelidiki kasus pembunuhan sadis yang menewaskan Muammar Ramadhan (Amar, 22 tahun) warga Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Meski agak meleset beberapa jam dari deadline waktu 1 kali 24 jam sebagaimana ditegaskan oleh Kasat Reskrim, Iptu Akmal Novian Reza, S.IK, akhirnya jajaran Polresta Bima Kota berhasil menangkap dan melumpuhkan terduga pelaku.

"Setelah menghimpun berbagai keterangan saksi-saksi kunci, kami menemukan titik terang pelakunya,  yakni Farhan Mustakim yang juga sahabat korban itu sendiri," ungkap Kapolres Bima Kota melalui Kasat Reskrim kepada wartawan Selasa malam (29/1/2019) seperti dilansir Visioner.com. Sebelumnya, selama setengah hari penyidik sempat mengamankan salah seorang terduga inisial ZN di Mapolres Bima Kota, namun pada Sore harinya JNE dilepas kembali karena justru tidak terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan sadis yang menghebohkan tersebut.

Proses pengungkapan dan penangkapan terduga pelaku pembunuhan sadis ini  terbilang cukup cepat. Berbagai upaya untuk mengungkap siapa pelaku sesungguhnya dalam kasus pembunuhan sadis ini, pun dilaksanakan. Setelah mengantongi nama terduga pelaku pada Selasa sore sekitar pukul 15.30 Wita, Kasat Reskrim memerintahkan seluruh kekuatan personil tim opsnal dibawah kendali perwira (Kanit Pidum) bernama Ipda Adhitya Rizki Ridhotomo S.Tr.K, untuk memburu Farhan yang semula dikabarkan berada di kecamatan Langgudu Kabupaten Bima.

Kabar yang diterima wartawan mengungkap, tak ditemukan di Langgudu akhirnya Polisi terus melakukan pengejaran hingga Farhan ditemukan di Kabupaten Dompu tepatnya di Desa Lepadi Kecamatan Poja. Tim Opsnal Bersama Farhan Mustakim dilumpuhkan di sana sekitar pukul 21.30 Wita. Usai dilumpuhkan, farhan langsung digelandang ke RSUD Bima di Raba-Kota Bima tepatnya di ruang IGD guna mengeluarkan peluru pada bagian kakinya. “Alhamdulillah, pembunuh sadis tersebut sudah berhasil kami tangkap. Karena dia melawan petugas, akhirnya kami melumpuhkan kakinya dengan timah panas. Pada pemeriksaan awal, dia mengakui membunuh korban sendiri dengan menggunakan senjata tajam (Sajam),” tegasnya seraya menyebutkan bahwa pada pemeriksaan awal, Farhan mengakui perbuatannya. "Adapun motif pembunuan ini adalah dendam, dan perlu kami sampaikan bahwa pelakunya adalah transgender. Dan pelaku mengaku sering sering diolok-olok oleh korban," tandasnya.



Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, Farhan Mustakim ini sebelumnya sebelum peristiwa terjadi, sekitar pukul 23.39 Wita tanggal 20 Januari 2019 sempat menulis sebuah status di akun FB-nya Farhan Mustakim, yang diprediksi statusnya itu tertuju untuk korban. Pasca polisi memastikan bahwa Farhan sebagai terduga pelaku pembumuhan Amar, status terakhir Farhan ini jadi ramai dikomentari oleh para netizen terutama oleh para teman maupun keluarga korban.

Sementara Assyraaf Gibran, kakak korban dalam akun FB-nya secara khusus mengapresiasi kinerja jajaran Polres Bima Kota yang telah berhasil mengungkap dan membekuk pelaku terduga pembunuhan terhadap adiknya Muamar Ramadhan. "Terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada pihak Polres Bima Kota, yang telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan saudara kami Muamar Ramadhan," tulis pria yang akrab disapa Bhimo ini dalam akun FB-nya. (GA. 212*)







  

3 comments:

  1. Replies
    1. gua juga gagal paham. munkin maksud dia gay , bukan transgender

      Delete
  2. mimin tau arti dari transgender gak ?? transgender itu yg merubah atau operasi bentuk kelamin, contohnya operasi penis menjadi vagian, begitupun sebaliknya, itu arti dari transgender, saya baca artikel di atas menyebutkan bahwa pelaku seorang transgender, sdah jelas jelas pelakunya lelaki tulen, kalau mungkin maksud mimi hubungan pelaku sesama jenisnya itu bukan transgender namanya, melainkan homoseksual atau lebih sering kita dengar hubungan gay.

    ReplyDelete

elshandy creative. Powered by Blogger.