Header Ads

Pilpres 2019 Hanya "Mengulang" Pilkada DKI


Prabowo Sandi

Gemuruh,  gaduh dan grasa grusu Pilpres 2019 yang riuh rendah ini hanya bentuk yang sama persis ketika Pilkada DKI.  Al-hasil pola dan arus politiknyapun persis sama saja dan tidak ada perbedaan sama sekali.  Yang berbeda hanyalah pada figur yang bertarungnya.

Pilkada DKI menghasilkan Anies-Sandi sebagai pemenang,  tentu saja pada Pilpres 2019 diprediksi menghasilkan Prabowo-Sandi sebagai pemenang. Sangat pasti narasi ini dipandang tendensius oleh banyak orang terlebih untuk kubu lawan.

Fakta Pilkada dan Pilpres ini sama persis dan bagian dari proses Pilkada yang berlanjut sampai Pilpres. Pertama,  terlihat dari komposisi koalisi partai pengusung yang sama persis dimasing masing paslon. Kedua,  dukungan arus politik yang juga sama persis seperti Pilkada DKI. Ketiga,  penyokong dana politik yang juga orangnya itu itu lagi. Keempat ketetapan Ridho Illahi yang juga sama persis dengan Pilkada DKI.

Khusus point keempat ini yang banyak sekali diabaikan dalam logika politik hari ini.  Padahal Ridho Illahi dalam Pilpres ini persis apa yang terjadi di Pilkada DKI.  Contoh sederhana adalah gerakan 212 yang menjadi gerakan sosail bersejarah di dunia bahkan tidak pernah terjadi dibelahan dunia manapun tetapi mampu dilakukan di tengah proses Pilkada saat itu adalah wujudnya Ridho Illahi terhadap doa serentak jutaan orang orang soleh yang mengharapkan pergantian pemimpin dan hasilnya doa tersebut Tuhan ijabah dengan menjadikan Anies Sandi sebagai pemenang.

Jutaan orang orang oleh kembali berkumpul ditempat yang sama untuk kembali bersatu dalam kekuatan doa untuk pergantian kepemimpinan negara ini.  Al hasil doa itupun InsyaAllah di ijabah oleh Tuhan. 

Pasti orang akan berkata, Pilpres belum selesai dan hasilnya belum diketahui sehingga terlalu dini dan takabur mengatakan bahwa Tuhan telah mengijabah pergantian kepemimpinan di Indonesia. 

Jawabnya tentu saja tidak sulit dan hal ini bukan hal yang takabur dalam kacamata ilmu pengetahuan. Karena Reuni 212 tentu saja tidak ada satupun teori ilmu gerakan sosial yang mampu merumuskan dan memberikan gambaran jelas bagaimana dan dengan cara apa bisa menyatukan jutaan bahkan lebih dari sepuluh juta umat bisa digerakan untuk berkumpul dengan damai pada satu titik. 

Jawabannya hanya satu yaitu Ridho Illahi yang menggerakan hati umat untuk bisa berkumpul dalam reuni 212. Tanpa Ridho Illahi maka hal yang mustahil reuni 212 bisa berjalan dengan penuh hikmah,  damai dan dihadiri oleh lebih dari gerakan 212.

Kedua adalah fakta survei internal dikubu Prabowo Sandi dan salah satu partai dari pendukung Jokowi Amin yang terang benderang menggambarkan angka elektabilitas petahana terus merosot hingga di angka 45% yang sebelumnya angka dasarnya mencapai 53%. Fenomena ini pun persis seperti Pilkada DKI.

Angka elektabilias petahana sudah mendekati angka perolehan suara Ahok Jarot saat itu 42,04% saja sedangkan Anies Sandi 57,96%.  Dengan demikian karena hanya dua pasang saja calon yang bertarung maka sisanya akan berada pada Prabowo Sandi.

Dua fakta yang di hadirkan oleh Tuhan sebagai instrument untuk menggambarkan posisi RidhoNya tersebut, sangatlah jelas dan terang benderang kemana keberpihakan Ridho Illahi dalam Pilpres ini. 

Karena sangat terang benderang Tuhan menghadirkan fakta fakta sebagai gambaran keberpihakan RidhoNya,  maka bukanlah hal yang takabur jika hasil akhir Pilpres ini sudah dapat disimpulkan persis seperti Pilkada DKI dengan satu kesimpulan yaitu InsyaAllah AKAN HADIR PEMIMPIN BARU DI INDONESIA KARENA RIDHO ILLAHI. *Wallahu A'lam Bissawab

Penulis: Darussalam, Tokoh Papan Putih Bima-NTB.*

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.