Header Ads

Pasien RSUP NTB Menunggu Lama Jadwal Operasi, Mori Hanafi Prihatin

Mantan Wakil Ketua DPRD NTB, H. Mori Hanafi, SE, M. Com, saat menjenguk salah satu pasien di RSUP Provinsi NTB di Kota Mataram, Kamis sore (10/1).

Mataram, Garda Asakota.-

Sehat merupakan sebuah kondisi fisik yang diharapkan oleh semua makhluk hidup terutama manusia, karena dengan kondisi sehatlah manusia dapat melaksanakan semua aktivitasnya secara baik. Namun rupanya harapan untuk sehat tersebut tidak semua orang merasakannya karena di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita selalu dijumpai sebagian orang mengalami sakit mulai dari yang ringan, sedang maupun kritis. Rasa sakitpun di rasakan oleh semua kalangan baik kalangan masyarakat miskin, kaya, tua ataupun muda perempuan atau pria.

Persoalan kemudian hadir ketika sakit tersebut di rasakan oleh masyarakat dari kalangan tidak mampu seperti yang dialami oleh salah seorang warga masyarakat lingkungan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima bernama Efendy (36 tahun) yang mengidap penyakit pembengkakan hati. Saat ini dia sedang menunggu proses operasi di RSUP Mataram.

Berbekal surat rujukan dari RSUD Bima tujuh belas hari yang lalu dan Kartu BPJS jenis PBI atau penjaminan pemerintah dirinya bersama isteri dan anak berada Mataram. "Di sini kami tak memiliki sanak famili atau keluarga hanya berbekal uang Rp700 ribu kami masih bisa bertahan, sementara jadwal operasi yang di tetapkan pihak RSUP yaitu pada 19 Januari 2019 dan itu kami harus menunggu 10 hari lagi sementara biaya yang kami bawa telah habis. Kami khawatirkan apa yang akan terjadi pada keluarga esok lusa hingga waktu operasi tiba?," ucapnya.

Di tengah kondisi keterbatasan biaya hidup ini, pihaknya meminta kepada pemerintah Propinsi dan RSUP NTB kiranya dapat mempercepat jadwal operasi baginya. "Tolong jika kami bisa dibantu percepat pelayanan operasi pak," harap Efendy didampingi isteri, Ria.

Sementara itu, menyikapi kondisi pasien yang harus menunggu lama jadwal operasi ini disikapi oleh mantan Pimpinan DPRD NTB, H. Mori Hanafi, SE, MM. Tentu saja Mori  yang kebetulan saat itu sedang menjenguk beberapa pasien keluarga dari Bima mengaku prihatin. "Memang benar, rata-rata pasien menunggu tiga sampai empat minggu untuk sebuah tindakan operasi seperti yang dialami saudara kita dari Bima," akunya.

Dia menduga kondisi ini disebabkan oleh serba terbatasnya fasilitas yang dimiliki RSU Provinsi NTB.  Kedepan dia berharap agar segala fasilitas yang dibutuhkan RSUP NTB dapat dipenuhi secara maksimal demi percepatan pelayanan pasien. "Mau tidak mau kapasitas terhadap semua jenis pelayanan dan tindakan wajib ditambah. Konsekwensi anggarannya pun wajib dialokasikan lagi oleh Pemprov NTB," kata pria yang ikut kembali dalam kompetisi Pileg 2019 melalui Partai Gerindra ini. (GA. 003/212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.