Header Ads

Longsor Tanah di Bibir Sungai Samili, Sejumlah Bangunan Rusak


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Longsor tanah di area sungai dan pemukiman warga, terjadi Kamis tanggal 24 Januari 2019 di Rt 03 Dusun Ndora Desa Samili Kecamatan Woha Kabupaten Bima. Sesuai keterangan Plt Kades Samili, Idham, longsor ini menyebabkan sejumlah rumah dan bangunan lainnya terkena dampak diantaranya pondasi rumah bagian belakang dan samping milik Abdullah Abakar rusak dengan ukuran 6 x 9 meter.

Selain itu, kata dia, terjadi labil tanah di bagian samping kiri rumahnya Arifuddin yang mengancam kerusakan. Sementara rumah Bambang Sudirman, rumah jenis permanen ukuran 5X4 meter terjadi keretakan pada bagian belakang yang mengancam terjadinya kerusakan parah. "Sementara itu ada MCK Rusak berat/miring dan lubang pembuangannya sehingga tidak bisa di pakai lagi, kerusakan gang dan sementara di lakukan susun batu kasar guna mengantisipasi longsor lebih besar serta kerusakan mushollah yang baru di bangun 6 x 8 meter terancam akan terjadi longsor lebih besar karena telah terjadi keretakan pada bagian pondasinya," jelasnya.

Diakuinya, pihak BPBD Kabupaten Bima diwakili Sekertaris, Indra Jaya, Kabid Kedaruratan Bambang Hermansyah, Camat Woha, Irfan Dj SH, Sekcam Amiruddin HI, S. Sos, Kasi Fisspra, Tisna Andriani, SE, Pol PP Woha, Amrin dan Babinsa Desa Samili, Sertu Ruslan, telah melakukan penghijauan lokasi bencana. Sesuai dengan kondisi di lapangan, longsor diakibatkan adanya sekitar 50 lobang Bor Air warga yang di pinggir sungai sehingga memicu terjadinya tanah labil di atas pemukiman warga. "Juga tanah tersebut di awali dengan sampah yang di buang sehingga mudah longsor," ucapnya.

Camat Woha menyampaikan solusi yang harus di lakukan yaitu di lakukan pembuatan talud setinggi mungkin dan harus di lakukan penimbunan kembali guna mengantisipasi terjadi longsor yang lebih besar lagi. Sebab, apabila lama kelamaan ini di biarkan maka tidak menutup kemungkinan terjadi longsor lebih luas dan membahayakan warga yang lebih banyak lagi.

Camat harapkan kepada pihaknBPBD agar melakukan upaya apapun dan jangan menunggu dana khusus untuk mengantisipasi masalah ini. "Dan kuncinya harus kita lakukan lebih cepat, saya yakin dana bencana ini tidak terprogram di sana dan disini sekian-sekian, maka tidak menutup kemungkinan ada anggaran Dari BPBD yang tersedia untuk di lakukan penanggulangan ini,," harapnya.

Selain itu, pengalihan jalur sungai harus dilakukan dan di kerjakan pada anggaran tanggap bencana ini dan sungai harus di luruskan dan kembalikan ke jalur awalnya. Dia juga berharap agar masyarakat tetap waspada karena longsor itu datang dengan tiba tiba terjadi tanpa diduga lebih awal. "Diharapkan kepada warga agar tidak menempati rumah tersebut mulai dari sekarang juga berhati hati dalam melihat keadaan ini karena saat ini musim hujan dan air dari pegunungan juga sangat memicu terjadinya longsor yang lebih besar," pinta Camat Woha. (GA. Zain*)



No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.