Header Ads

Hazairin AR, Mantan Aktivis Pergerakan Makassar Terbitkan Buku "NURANI KEADILAN"


Jakarta, Garda Asakota.-


Mantan Aktivis Pergerakan Makassar yang saat ini mengabdikan dirinya di BNN (Badan Narkotika Nasional) Pusat, Hazairin AR, menerbitkan buku dengan judul NURANI KEADILAN (Refleksi Diri dan Keberagaman). Buku terbitan Penerbit Genta Box Jogyakarta ini sudah selesai cetak dan segera akan beredar di Gramedia.


Secara umum, berisi 4 bab. Bab 1 Akal Sehat Demokrasi, Mengulas Pilpres, Tumbalnya Ahok, 212, Sandiaga Uno, Mahfud Md, Habib Rizieq, Kyai Makruf Amin, Buni Yani, dst. Kemudian Bab 2 Agama, Moral, Keadilan, Kemanusiaan, Akal horison, dst. Bab 3 NW, TGB, GEMPA, serta Mori dan Dr Zul, dst dan Bab 1V, Arah Baru Pembangunan Kabupaten Bima, Mbojo, Pilkada, Lutfer, dst. "Buku InsyaAllah sepuluh hari lagi beredar di Gramedia," ungkap Hazairin AR kepada wartawan, Senin (14/1).

Tulisan ini diakuinya merupakan refleksi diri yang dikonstruksi dari kombinasi petualangan hidup, percakapan bathin, perenungan mendalam penulis sebagai seorang anak manusia yang pernah terlibat dalam aktifitas pergerakan moral dan sosial sejak era kemahasiswaan di Tahun 1994 hingga Tahun 2004.

Pasca itu, kata dia, pengembaraan bathin dan pemikiran menerobos jantung percakapan tentang demokrasi, agama, Kemanusiaan, Keadilan, kesetaraan dalam frame diskursus isu nasional, regional, maupun daerah. Tak puas dengan segudang diskursus yang digelari diberbagai meja dan forum-forum terbatas yang strategis, refleksi dan perenungan makin tumbuh pada bilik kesadaran yang sunyi.

Hazairin AR  bersama buah hati tercinta
Buku yang ia tulis tentang NURANI KEADILAN, Refleksi Diri dan Keberagaman, bukanlah kebenaran, hanya sebuah catatan yang layak dibedah untuk mengantarkan saya memasuki halaman jati diri yg otentik melalui serangkaian tafsir, telaah, masukan, kritik dari berbagai pihak. "Buku yang saya tulis sebagai kombinasi petualangan pergerakan, pengembaraan bathin dan pemikiran, serta perenungan mendalam,  hanyalah secercah cahaya jiwa dan butiran-butiran doa atas banyak kebaikan yang berpihak menandai kisah perjalanan hidup saya yg banyak menguras air mata dan keprihatinan," tuturnya seperti yang ia tulis dalam pengantar bukunya.

Atas suksesnya tulisan ini secara khusus, Hazairin mengucapkan rasa terima kasih,  cinta dan kesetiaan teruntuk kepada almarhum Dae/Ayahanda Abdul Rasul dan Almarhumah Ibunda Siti Hafsah, Agung Ratu Mega kakak yang istimewa dalam kecerdasan dan kesabaran, abang kesayangan bang Dino Cresbon.

Ucapan doa yang lebih khusus kepada Andi Darmawati Andi Lebbi Bassaeleng sebagai isteriku yang setia dan sabar dalam tawakkal dan taqwa menjalani hidup. Kepada penyejuk jiwa yang suplay bahagia anak-anak-ku Ahmah Falah Bassaleng, Muhammad Ichsan Patunru, Falisah Sarikah, pelukan cinta tak berjarak dariku untukmu semuanya. "Terimah kasih tak terhingga kepada semua insan yang turut terlibat secara moral dan materil mensuport penerbitan buku ini," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Garda Asakota, Hazairin AR lahir di Ngali-Bima 30 Desember 1976. S-1 Ilmu Hukum Universitas 45  Makassar 1999 dengan skripsi "Penculikan dan Perampasan Kemerdekaan Aktivis Politik Di Jakarta".  S-2 Hukum Ekonomi Universitas Indonesia (UI) 2003 dengan tesis " UU Anti Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Tahun 2003-2008 bekerja sebagai Partner Govermant Affair pada Kantor Hukum Martin Jati Lawyers. Tahun 2009 bekerja sebagai Staf Khusus Direktur Kebijakan Pengadaan Khusus LKPP RI dan tim nara sumber RUU Pengadaan Barang dan Jasa.

Tahun 2011- 2019 bekerja sebagai penyelidik kasus kejahatan Narkotika, penyelidik kasus Tindak Pidana Pencucian Uang, Petugas pengawasan dan pengawalan pemusnahan barang bukti Narkotika dan Prekursor Narkotika. Pada Tahun 2014 BKO di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI sebagai anggota Tim Deradikalisasi BNPT wilayah Bima-NTB.

Hazairin juga pernah mengikuti Dikjur Penyidik dan Penyelidikan kasus Narkotika di Balai Diklat BNN RI Lido-Bogor bekerja sama dengan Brunei Daeussalam. Pernah Dikjur Penyidik dan Penyelidik Kasus Narkotika di Pusdik Serse Mega Mendung-Bogor. Pernah Ikuti Kursus Kejahatan Nakotika di Shenzen-Republik Cina. Mantan Aktivis HMI Cabang Makassar, PB HMI, Forum Kinerja Kewaspaan Nasional Sul-Sel, dan aktivis pergerakan mahasiswa hingga Tahun 2003. (GA. Jack*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.