Header Ads

Fauzan Heran, Farid Said Berani Atasnamakan Ketua BPPD NTB di Acara SMLNTB


Ketua BPPD NTB, Fauzan Zakariah.

Mataram, Garda Asakota.-

Sepertinya keberadaan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB yang dipimpin oleh Fauzan Zakariah, masih terus dilanda ujian. Pasalnya, pasca kisruh kepengurusan sebelumnya antara kubu Fauzan Zakariah dengan Lalu Hadi Faesal, kini muncul lagi suatu masalah baru yakni beredarnya undangan Sales Mission Lombok NTB Tourism Board yang ditengarai ditandatangani oleh sosok yang bukan Ketua BPPD NTB yakni atas nama Farid Said.

Hal ini sontak saja memicu keheranan dan rasa keterkejutan dari Ketua BPPD NTB definitif, Fauzan Zakariah, yang mengaku heran dengan adanya informasi berkaitan dengan gelaran acara tersebut.

"Saya sangat heran dan terkejut dengan beredarnya undangan Sales Mission Lombok NTB Tourism Board (SMLNTB) yang mengatasnamakan BPPD NTB. Karena sebagai Ketua BPPD NTB, saya justeru mengetahui undangan itu dari wartawan dan sejumlah asosiasi pariwisata yang mempertanyakan keabsahan undangan dimaksud. Pasalnya, dalam undangan itu yang bertandatangan sebagai Ketua BPPD NTB adalah Farid Said," ujar Fauzan Zakariah dengan nada heran kepada wartawan media ini, Kamis 20 Desember 2018.

Dikatakannya, untuk diketahui, Kamis 20 Desember 2018, beredar undangan berkop BPPD NTB yang ditujukan kepada 5 (lima) asosiasi pariwisata di NTB yakni, ASITA, PHRI, ASPPI, INCCA dan PUTRI. Kelima asosiasi ini diundang untuk mengikuti kegiatan Sales Mission Lombok NTB Tourism Board ke Kota Makasar Sulawesi Selatan dan Malang Jawa Timur.

Kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada insan dan pelaku pariwisata di daerah ini, selaku Ketua BPPD NTB definitif, Fauzan Zakaria memohon maaf jika dalam beberapa bulan terakhir, pemberitaan dan informasi tentang BPPD NTB lebih banyak tentang kisruh yang tak henti berkaitan dengan unsur penentu kebijakan (UPK) BPPD NTB. "Sekali lagi kami mohon maaf," cetusnya.

Dia menerangkan, untuk diketahui saat ini keanggotaan UPK BPPD NTB tengah dalam proses pengajuan penyegaran (restrukturisasi) kepada Bapak Gubernur NTB dan Ibu Wakil Gubernur NTB sebagai pejabat yang paling berwenang mengangkat dan memberhentikan pengurus UPK BPPD. 

"Usulan restrukturisasi ini penting mengingat, dari 9 (sembilan) orang pengurus UPK BPPD NTB sudah banyak yang mengundurkan diri dan harus ditinjau ulang," imbuhnya.

Misalnya, kata Fauzan, UPK atas nama Lalu Abdul Hadi Faisal. Sesuai surat yang diterima dari PHRI sudah mengusulkan nama lain sebagai perwakilan asosiasi di BPPD NTB. Sementara atas nama Sahnan, lanjutnya, sesuai surat ASITA NTB yang kami terima, tidak mewakili asosiasinya untuk duduk di BPPD NTB. Dua orang anggota UPK BPPD NTB, yakni Gufrarudin dan Wirajagat telah mengundurkan diri. Sedangkan perwakilan dari asosiasi penerbangan mundur dikarenakan pindah tugas. 

"Dan kita juga mendapatkan informasi ternyata Farid Said juga menjabat sebagai Sekretaris BPPD di provinsi lain yaitu Sulawesi Selatan, nah ini kan kurang tepat" kata Fauzan.

Karena itu, lanjutnya, praktis UPK BPPD NTB hanya ada tiga orang yg masih mantap yakni Fauzan Zakaria selaku ketua dan M. Nurhaedin serta Alfian Yusni. "Oleh sebab itu, saat ini BPPD NTB tidak dapat mengambil keputusan apapun yang berkaitan dengan organisasi BPPD NTB," terang Fauzan lagi. 

Dia mengaku, berkaitan dengan itu semua pihaknya sudah mengusulkan kepada Bapak Gubernur NTB untuk segera ditunjuk nama-nama pengganti guna mengisi kekosongan kepengurusan tersebut. 

"Jadi bagaimana bisa ada surat, apalagi yang mencantumkan nama ketua selain nama saya untuk dan atasnama BPPD NTB?," tanya Fauzan. Atas itu semua, kata Fauzan, bila ada pihak lain yang mengatasnamakan BPPD NTB dia tidak bertanggungjawab. 

"Temasuk bila ada upaya beberapa oknum yang mengatasnamakan BPPD NTB untuk mencairkan dana di Bank NTB selaku mitra pemerintah maupun undangan yang disebarkan kepada asosiasi yang mengatasnamakan BPPD NTB," tutup Fauzan Zakaria. 

Sementara itu, Farid Said, sendiri hingga berita ini dirilis belum berhasil dikonfirmasi wartawan berkaitan alasannya yang ditengarai berani mengatasnamakan Ketua BPPD NTB. (GA. 211*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.