Header Ads

Defisit Terjadi Akibat Sistem Penganggaran Belum Efisien

Pakar Ekonomi Unram, Dr Iwan Harsono

Mataram, Garda Asakota.-

Pakar Ekonomi Universitas Mataram, Dr Iwan Harsono, mengatakan terjadinya defisit dalam APBD bisa disebabkan karena beberapa hal diantaranya Anggaran belanja daerah yang terlalu besar (Belanja langsung dan tidaklangsung); Tidak terintegrasi antara RAPBD dengan RPJMD;  dan tidak adanya skala prioritas pembangunan dalam penyusunan anggaran;

"Serta Sistem penganggaran yang belum efisien," jelas pakar ekonomi yang juga merupakan Putra Kebanggaan Bima ini, Senin 17 Desember 2018.

Pemerintah juga menurutnya, harus selektif dalam melakukan pembangunan yakni pembangunan harus didasarkan atas skala prioritas, efisien dan dirasakan manfaatya untuk kesejahteraan masyarakat.

"Oleh karena itu dalam penyusunan APBD harus benar mengacu dan terintegrasi dengan Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang pada penyusunannya telah melibatkan beberapa stakeholder dalam MUSRENBANG (masyarakat, LSM dan pemerintah), sehingga pembangunan yang dilakukan tidak sia-sia dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," pungkasnya. (GA. 211*)

Baca Juga Berita Terkait :

http://www.gardaasakota.com/2018/12/2019-defisit-capai-rp50-m-dilema.html?m=1

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.