Header Ads

BPPT Donggo Demo Mahalnya Harga Pupuk dan Desakan Pendistribusian Bibit Jagung



Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Sejumlah elemen mahasiswa dan pemuda  yang mengatas namakan BPPTD (Barisan Perjuangan Pemuda Tani Donggo) Senin tanggal 3 Desember 2018 pukul 10.20 Wita hingga pukul 14.30 Wita menggelar aksi unjuk rasa di Depan Kantor Camat Donggo dan kantor KUPT Pertanian Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Menurut Korlap, Subhan, aksi sekitar seratusan mahasiswa dan pemuda se-Kecamatan Donggo ini mengusung isu kelangkaan serta mahalnya harga pupuk di luar pengecer hingga bantuan pupuk dari pemerintah. "Kami mendesak camat dan kepala desa untuk lebih pro aktif dalam pengawasan pendistribusian pupuk dan pestisida serta pendistribusian pupuk harus sesuai dengan HET," demikian antara lain isi tuntutan massa aksi.


Selain itu, massa juga mengusung isu bantuan bibit Jagung Hibrida melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Bima Tahun 2018 dan transparansi RDKK.  Mereka meminta Kepada KUPT Pertanian Donggo agar segera mengeluarkan rekomendasi pencairan bantuan bibit Jagung Hibrida melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Bima dengan jumlah lahan seluas 2.479 Ha. "Kami juga meminta Dinas Pertanian agar secepatnya merealisasikan bibit jagung, karena sejumlah kelompok sudah membersihkan lahan dan sudah waktunya para petani menanam," desak massa aksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, sekitar Pukul 11.35 Wita Kepala Pol PP Kecamatan Donggo, Masdin, S. Sos, melakukan upaya penggalangan terhadap sejjumlah massa aksi agar dapat melakukan pertemuan/koordinasi dengan KUPT Pertanian Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Upaya ini membuahkan hasil hingga dari pihak mahasiswa bisa bertemu KUPT Pertanian Donggo Pertanian untuk mendengarkan dan menyikapi beberapa keinginan masyarakat. Pihaknya dari Dinas Pertanian Kecamatan Donggo sudah melakukan komunikasi langsung dengan Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Pusat terkait tuntutan dan persolan ini, pemerintah pusatpun memberikan tanggapan bahwa, masih ada peluang terkait proyek bibit jagung yang di informasikan tidak jadi tersebut, sambil menunggu Direktur Pertanian/PPK pengelola anggaran Bibit Jagung yang sedang berada di Luar Daerah.

Kalau memang tertutup kemungkinan sama sekali untuk Skim APBN murni ini, perlu di lakukan diskusi lagi pihak Pertanian Kabupaten Bima dengan Pertanian Propinsi, mengenai pilihan lain, jika seandainya tidak jadi keluar bantuan dari pusat. Pada prinsipnya pihak dari Dinas Pertanian Donggo telah membangun Komunikasi dengan pemerintah daerah dan Pemerintah pusat dan pemerintah Propinsi, demi kepentingan masyarakat.

Sementara terkait dengan bibit jagung, pihak KUPT, Duraus, berjanji akan berusaha dengan keras untuk memenuhi pendropan bibit jagung dan masalah pupuk pihak KUPT Pertanian akan berkoodinasi dengan pihak distributor untuk meminta kejelasan masalah kelangkaan pupuk. (GA. Hikmah*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.