Header Ads

Upacara Hari Pahlawan, Kepala MIN Kota Bima Ingatkan Siswa Membaca Sejarah

 Kepala MIN Kota Bima, Edy Amryn, saat memimpin upacara Hari Pahlawan.

Kota Bima, Garda Asakota.-

Pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-73 tanggal 10 November 2018 pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota Bima berjalan lancar dan khidmad. Bapak Ibu guru dan pembina bekerjasama dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Hal ini terlihat dari  kesigapan mereka mengatur peserta upacara dan mereka sendiri adalah petugas upacara.


Pelaksanaan upacara ini dilaksanakan di halaman dalam MIN yang selama ini dipakai untuk kegiatan kegiatan sekolah yang bersifat kependidikan berskala daerah tingkat kota/kabupaten maupun tingkat Nasional sebagaimana upacara hari pahlawan ini. Peserta upacara terdiri dari kelas 4, 5, dan 6. Sementara kelas 1, 2, dan 3 dapat melihat kegiatan upacara tersebut di koridor depan kelas masing-masing dengan didampingi oleh guru-guru wali kelasnya. Sementara petugas upacara Bapak/ibu guru MIN Kota Bima yang telah ditunjuk. Bapak/Ibu guru dan pembina memberikan contoh yang bagus tentang bagaimana menjadi petugas upacara kepada siswa siswinya, sehingga mereka sangat bersemangat dalam menjalankan tugas sebagai petugas upacara. Mereka memberi contoh sikap tegas, sigap, disiplin dan siap dalam barisan. Irma Suryani wakil Koordinator Bidang Kurikulum berseloroh, "Kita bangga dengan anak anak kita, mereka, walau di bawah terik matahari tetap bersemangat mengikuti proses upacara bendera sampai selesai," ucapnya.

Sementara itu, sebagai Pembina Upacara Bendera Kepala MIN Kota Bima, Edy Amryn, menyampaikan dengan semangat pada amanatnya, bahwa dia mengajak pada semua agar dapat membaca sejarah dan mengambil ibrah (pelajaran) dari sejarah itu. "Karena apabila kita tidak membaca sejarah atau tidak mau tau tentang sejarah maka kita tidak akan pernah tau bagaimana bangsa Indonesia (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini diperjuangkan oleh para pejuang sampai merdeka," tegasnya.

Edy Amryn melanjutkan amanatnya, bahwa melalui momentum Upacara Bendera 10 November 2018 ini kita sama-sama merenung bagaimana Bung Tomo dengan lengkingan takbir, Allahu Akbar, yang menggema dapat membangkitkan semangat juang arek arek Suroboyo yang menyongsong dengan gagah berani para penjajah rakus yang memiliki peralatan dan persenjataan berat. Mereka pejuang hanya peralatan perang apa adanya". Nah ... kita sekarang, kita isi hasil perjuangan para pahlawan kita dengan semangat mempersiapkan anak anak kita ke depan sehingga mereka dapat menjadi pribadi pribadi yang memiliki jiwa kepahlawanan, Patriotisme dan Nasionalisme," tandasnya. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.