Header Ads

Tuding Kerusakan Pipa PDAM Akibat Ulah Pemkot, Delian Minta Tanggungjawab Walikota

Mantan Ketua LMND Bima, Delian Lubis.

Bima, Garda Asakota.-

Kondisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bima saat sekarang ini berada dalam keadaan memprihatinkan. Selain menghadapi persoalan gaji karyawan yang belum dibayar sampai dengan 20 bulan. PDAM juga menghadapi masalah yang cukup serius berkaitan dengan pembayaran biaya listrik yang angkanya mencapai Rp150 juta setiap bulannya.

Kondisi ini menuai keprihatinan dari salah seorang aktivis Bima, Delian Lubis. Melalui rilis pers yang disampaikan di meja redaksi media ini. Mantan Ketua LMND Bima ini sangat berharap adanya campur tangan Pihak Pemkot Bima dalam membantu perusahaan air minum milik Pemkab Bima tersebut.

"Kami berharap adanya campur tangan Pemkot Bima, sebab PDAM sangat keteteran dalam membayar listrik PLN. Setiap bulannya antara Rp120 juta hingga Rp150 juta harus dicarikan biayanya oleh PDAM. Sementara pembayaran dari pelanggan sejak kerusakan jaringan pipa hanya berkisar antara Rp70 juta hingga Rp80 juta. Oleh sebab itu, PDAM minta campur tangan Pemkot," ujar Delian Lubis mewakili aspirasi dari pihak PDAM.

Akibat dari kerusakan jaringan gravitasi dari Nungga, menurut Delian Lubis, mengurangi kemampuan distribusi air dari PDAM. "Air hanya bisa mengalir sebesar 30 % saja," keluhnya.

Kerusakan jaringan perpipaan tersebut, kata Delian Lubis, ditudingnya akibat dari ulah Pemkot Bima yang melakukan pembongkaran saluran drainase akibat tidak adanya perhitungan teknis.

"Sehingga akibat dari kerusakan itu Pemkot harusnya bertanggungjawab untuk memperbaikinya kembali," pungkasnya. (GA. 211*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.