Header Ads

Tim Wasev Mabesad TMMD ke-103, Kunjungan Kerja ke Kodim 1608 Bima


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) TMMD ke-103 yang diketuai oleh Brigader Jenderal TNI Hasto Prastisto Yuwono, S.IP, Rabu (7/11) melakukan kunjungan kerja ke Kodim 1608 Bima dalam rangka mendengarkan pemaparan yang dilakukan oleh Dandim 1608 Bima terkait dengan kegiatan TMMD ke-103 yang dipusatkan di Desa Lambu dan Kowo Kecamatan Lambu. Sebelum tiba di markas Dandim 1608, terlebih dahulu Tim Wasev Mabesad diterima oleh Wakil Bupati Bima, Dahlan M.Noer di VIP Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima.

Selanjutnya tim pengawasan dan evaluasi tersebut langsung menuju ke Kodim 1608 Bima dalam rangka mendengarkan secara langsung pemaparan yang dilakukan oleh Dandim 1608 Bima. "Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam rangka melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap apa yang sedang dikerjakan oleh TNI dan masyarakat di desa Lambu dan Soro, guna membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Ketua Tim Pengawasan dan Wasev Mabesad TMMD ke-103, Brigader Jenderal TNI Hasto Prastisto Yuwono, S.IP, dihadapan Danrem 162 Wirabakti, Dandim 1608 Bima beserta seluruh jajarannya.

Dari kunjungan ini pihaknya mengaku bisa melihat secara langsung hasil yang telah dikerjakan TNI bersama masyarakat dalam rangka kegiatan pembangunan sarana dan prasarana pembangunan, terutama sarana fisik dan non fisik. Oleh karena itu, kata dia, dari pantauan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh jajaran TNI dan masyarakat nantinya dirinya selaku Ketua Tim akan melaporkan kepada atasan terkait dengan kemajuan yang telah dilaksanakan dalam kegiatan TMMD tahun ini. "Dan pada akhirnya nanti kegiatan TMMD yang dilaksanakan nantinya bisa dilanjutkan kembali program sekaligus mendukung program pemerintah daerah," katanya.

Dijelaskan Brigader Jenderal TNI Hasto Prastisto Yuwono, bahwa pengawasan dan evaluasi yang dilakukan ini merupakan kegiatan yang sangat perlu dilakukan oleh TNI kepada seluruh Kodim yang melaksanakan kegiatan TMMD termasuk Kodim 1608 Bima, sehingga dari kegiatan ini merupakan implementasi dari 8 (delapan) Wajib TNI. "Kegiatan TMMD meliputi sasaran fisik dan sasaran non fisik," ujarnya. Pihaknya berharap pelaksanaan TMMD dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memantapkan wawasan kebangsaan serta membangun persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

Sementara, Dandim 1608 Bima selaku Dansatgas TMMD ke-103, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra, memaparkan bahwa giat TMMD ini merupakan kegiatan lintas sektoral antara TNI dengan pemerintah daerah yang dilaksanakan secara terencana dan terpadu yang dilaksanakan di dua desa yaitu desa Lambu dan desa Soro Kecamatan Lambu. Menurutnya, maksud dan tujuan dari kegiatan ini yaitu dalam rangka membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang bersifat fisik dan non fisik dalam rangka menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh sehingga akan tumbuh semangat kebersamaan, gotong royong dan rasa kekeluargaan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun daerahnya serta tercipta jiwa persatuan dan kesatuan serta terwujudnya kebersamaan antara pemerintah, TNI dan masyarakat.

Dandim beralasan, dipilihnya desa Lambu dan desa Soro Kecamatan Lambu sebagai lokasi TMMD ke-103 ini karena kedua desa tersebut merupakan wilayah yang terpencil sehingga membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai sehingga pihak Kodim 1608 Bima bersepakat agar kegiatan TMMD ke-103 ini dipusatkan di dua desa tersebut dengan sasarannya yaitu sasaran fisik meliputi perbaikan masjid Arrahman desa Lambu meliputi pembangunan emperan keliling ukuran 39 X 3 Meter, rehab WC 2 unit Ukuran 2 X 3 M, rehab tempat wudhu ukuran 4 X 2,5 meter, pembangunan Poskamling 2 unit ukuran 2,5 x 2,5 M, pembukaan jalan alternative penghubung desa Lambu dan desa Nggelu ukuran, 3200 x 5 meter. Selanjutnya perbaikan Mushhola Nuru Taufiq desa Soro meliputi pembangunan WC 2 Unit ukuran 15 x 2 meter, rehab tempat wudhu ekuran 3 x 1 meter, pengadaan kubah induk Mushola dan pemasangan paving blok halaman Mushola ukuran 12 x 5 m. pembangunan tempat pembuangan sampah 1 unit desa Soro ukuran 3 x 3 m, pembangunan Poskamling 1 unit desa Soro ukuran 2,5 x 2,5 m.  Selanjutnya untuk sasarana Non Fisik meliputi Penyuluhan tentang agama, penyuluhan tentang wawasan Kebangsaan, penyuluhan tentang bahaya narkoba dan terorisme, penyuluhan tentang KB, penyuluhan tentang Kesehatan, penyuluhan tentang Ketahanan pangan, penyuluhan tentang Kebudayaan dan pariwisata, penyuluhan tentang hukum dan HAM, penyuluhan tentang bencana alam dan bencana sosial, penyuluhan tentang Kelautan dan Perikanan, penyuluhan tentang perbankan, bakti sosial dan bazar, Kemah Bela Negara dan pemutaran Film Perjuangan. "Semua sasaran maupun pekerjaan yang kami lakukan tersebut dapat terlaksana dengan baik berkat kerjasama antara TNI dan masyarakat sehingga pekerjaan dapat terselesaikan dengan tepat waktu," tegas Dandim 1608.

Adapun nilai manfaat dari kegiatan ini diantaranya mengangkat keterpurukan warga untuk segera bangkit dan maju, karena persoalan minimnya sarana dan prasarana terkadang menjadi sebab kemajuan menjadi lamban, dengan adanya kegiatan TMMD yang lebih dikosentrasikan pada pengerjaan yang menyentuh kepentingan warga seperti jalan dengan perlahan kemajuan itu bisa dirasakan, transportasi semakin mudah, aksespun semakin terbuka sehingga dengan adanya semangat kemanunggalan TNI dan rakyat ini terus terjaga.

Usai mendengarkan langsung pemaparan dari Dandim 1608 Bima besok, Kamis (8/11) Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) TMMD ke-103 yang diketuai oleh Brigader Jenderal TNI Hasto Prastisto Yuwono, S.IP, akan menuju lokasi tempat TMMD ke-103 untuk melihat dari dekat progress pengerjan yang telah dilakukan oleh Dandim 1608 Bima  selaku Dansatgas TMMD ke-103 beserta jajarannya di lokasi tersebut. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.