Header Ads

Pencanangan Kampung KB di Lingkungan Tato Jatiwangi Berjalan Sukses


Kota Bima, Garda Asakota.-

Kegiatan Pencanangan Kampung KB (Keluarga  Berencana)  di Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima yang digelar, Senin (5/11) berjalan lancar dan sukses. Selain hadir para Pengurus PKK Kelurahan, turut hadir pula Sekertaris Kota (Sekkot), Drs. Mukhtar Landa, MH, Ketua GOW, Ketua Iswara, Kadis DPPKB, Camat, dan Lurah se-Kecamatan Asakota, Organisasi Wanita, Danramil, Kapolsek, dan segenap Tokoh Masyarakat Kelurahan Jatiwangi.



Mengawali sambutannya Kepala kelurahan Jatiwangi, Muhammad, S. Sos, menyampaikan rasa terimakasih kepada semua elemen yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Pencanangan Kampung KB yang di pusatkan di lingkungan Tato. Diakuinya, terpilihnya Tato sebagai Pusat kegiatan Kampung KB karena Tato merupakan lingkungan terbesar yang masyarakatnya mengikuti program Kontrasepsi atau Program KB dibandingkan lingkungan lain yang ada di Kelurahan Jatiwangi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala DPPKB Kota Bima, Drs. Suriadi, M. Si,  juga menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mitra kerja dan stakeholder yang selama ini telah berkomitmen dalam melaksanakan dan mensosilisasikan program Pengendalian Penduduk dan Keluarga  Berencana di Kota Bima. Terbukti hari ini, kata dia, bahwa komitmen OPD dengan berbagai kegiatannya seperti yang di tampilkan pada hari ini seperti Perindag dengan Industri Perdagangannya, Dukcapil dengan pelayanan pembuatan dokumen Kependudukannya, Dikes dengan layanan Kesehatan, DPPKB dengan Pemasangan KB gratis, pembagian Al Quran dan Iqra dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bersama Kesra yang mana manfaatnya di rasakan langsung oleh masyarakat menuju Masyarakat Kecil Bahagia dan Sejahtera.

Di tempat yang sama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bima, Hj. Ellya HM. Lutfi, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wakil Ketua TP PKK yang juga selaku Ketua GOW Kota Bima, Ny. Jumriah Feri Sofyan, SH, menyebut bahwa Kelurahan Jatiwangi merupakan salah satu Kelurahan dari 11 Kelurahan yang menjadi lokasi Pencanangan Kampung KB tahun 2018. Menurutnya, program ini mendapat perhatian dan dukungan penuh dari TP PKK Kota Bima

Mengapa demikian?, karena menurut Ketua TP PKK fungsi Kampung KB sangat terkait erat dengan fungsi PKK yang umumnya merupakan kaum ibu atau kaum KB yang menjadi pusat informasi dan konsultasi keluarga serta awal dari tumbuhnya kota layak anak seperti yang di cita-citakan.

Menurutnya, pembangunan suatu Daerah tentunya harus di mulai dari lingkungan terkecil dan lingkungan terkecil dari suatu masyarakat  adalah keluarga, itulah sebabnya Kampung KB mempunyai fungsi yang sangat strategis karena ia berada dalam unit kelembagaan yang sangat dekat dengan masyarakat. "Kampung KB juga di harapkan melakukan pemberdayaan ekonomi hingga mrenjadi pusat informasi yang mampu mengadvokasi perlindungan perempuan dan anak seperti kasus trafikking, kekerasan dalam rumah tangga, pornografi, phsicotropika, narkotika, serta zat adiktif lainnya yang menjadi masalah utama kependudukan saat ini," pungkasnya.

Sementara itu Walikota Bima dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekkot Bima, Drs. Mukhtar Landa, MH, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia yang dipicu oleh tingginya populasi penduduk di Indonesia. Menurut data BKKBN bahwa bayi lahir setiap tahunnya berjumlah 4 juta jiwa yang tentunya dengan bertambahnya jumlah penduduk akan berdampak pada berbagai hal seperti susahnya mencari lapangan pekerjaan yang mengakibatkan bertambahnya pengangguran yang berujung pada meningkatnya kriminalisasi dengan dampak tersebut canangkanlah Kampung KB dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung melalui program Kependudukan juga membangun sektor terkait Keluarga Berencana dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas itulah untungnya ada Kampung KB.

Untuk Program lintas sektor misalnya pemanfaatan pekarangan untuk tanaman sayur sayuran Hidroponik,nperikanan dan kesehatan selain dinas terkait keterlibatan organisasi wanita sangatlah penting karena Wanitalah yang bersentuhan langsung dengan keluarga. "Program KB juga diharapkan mampu mengurangi Stunting (Gizi Buruk)," paparnya.

Sekkot menambahkan bahwa sebuah data menyebutkan bahwa sekitar 37 porsen atau sekitar 9 juta anak anak bayi dan balita di Indonesia mengalami stunting, yang mana hal ini tidak hanya di alami oleh keluarga miskin dan tidak mampu  tetapi juga dirasakan oleh keluarga yang tidak miskin disebabkan oleh tidak memahami pola hidup yang sehat. Karenanya, sambung Sekda keberadaan Kampung KB difungsikan sumber bimbingan dan konseling untuk peningkatan kualitas hidup keluarga.

Di akhir Sambutannya Sekkot yang saat itu mewakili Pemerintah Kota Bima dan masyarakat, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada BKKBN Propinsi NTB yang terus mendampingi jajaran Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bima. Demikian juga kepada TP PKK Kota Bima beserta organisasi wanita lainnya semoga kemitraan dan semangat kerjasama ini tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan," tutupnya. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.