Header Ads

Momentum Maulid Nabi, Diserahkan Pengelolaan Masjid Raya Al-Muwahiddin ke Pemkot Bima


Kota Bima, Garda Asakota.-

Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menggelar kegiatan dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1440 Hijriah yang dipusatkan di halaman kantor Walikota Bima, Senin (19/11). Kegiatan tersebut di hadiri oleh Walikota Bima, HM. Lutfi, SE, Sekkot Drs. Mukhtar Landa, MH, Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, Drs. H A Munir, Kapolres Bima Kota, Dandim 1608, mantan Bupati Bima, Drs. H. Zainul Arifin, mantan Wakil Walikota Bima, H. Umar H. Abubakar, BA, mantan Sekda Kota Bima, Drs. H. Usman AK, mantan Sekda Drs. H. Maryono Nasiman, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima Drs. HM. Saleh Ismail, TGH Afandy, Ketua TP PKK Kota Bima, Ketua GOW Kota Bima, kepala dinas se-Kota Bima serta sejumlah tokoh-tokoh agama, Ketua dan Pimpinan OPD Kota Bima.





Menariknya, peringatan Maulid Nabi SAW tahun ini  diawali dengan penandatanganan berita acara penyerahan sebagian aset berupa tanah dan bangunan milik Yayasan Al-Muwahiddin Bima sekaligus penyerahan sertifikat tanah dan dokumen perencanaan pembangunan Masjid Agung Al-Muwahiddin Bima dari Pengurus Yayasan, Drs. H. Zainul Arifin, kepada Pemerintah Kota Bima dalam hal ini Walikota Bima. "Oreintasi penyerahan ini terfokus pada aspek pembangunannya oleh Pemkot Bima, itu intinya. Daripada pembangunannya terbengkalai terus, kita serahkan ke Pemkot Bima supaya tidak membebani masyarakat," ungkap H. Zainul Arifin.

Pria yang kerap disapa Abuya ini menegaskan komitmen Pemkot Bima yang akan menuntaskan pembangunan masjid Raya Al Muwahiddin Bima dalam kurun waktu tiga tahun dengan estimasi anggaran sebesar Rp30 Milyar. "Sesuai dengan komitmen moral, Pemkot Bima sudah siap melaksanakan pembangunannya, target tiga tahun selesai," tegas mantan Bupati Bima ini.

Pantauan langsung wartawan, selain penandatanganan berita acara penyerahan sebagian aset berupa tanah dan bangunan milik Yayasan Al-Muwahiddin Bima sekaligus penyerahan sertifikat tanah dan dokumen perencanaan pembangunan Masjid Agung Al-Muwahiddin Bima, acara tersebut juga dirangkaikan dengan penandatangan MOU P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap Narkoba) antara Pemerintah Kota Bima dan BNN Bima, pelepasan secara resmi Kafilah STQ Kota Bima oleh Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE. Mereka ini nantinya akan mengikuti kegiatan STQ ke 25 TK Provinsi NTB di IC Kota Mataram, dan pemberian santunan  dana ZIS BAZNAS Kota Bima oleh Pemerintah Kota Bima secara simbolis kepada penerima manfaat dana ZIS (warga miskin, pegawai sukarela, guru sukarela, pemecah batu, pedagang bakulan, tahsih tilawah Al-Quran, perbaikan rumah tidak layak huni, pembuatan jamban keluarga miskin, dan bantuan air bersih di kota Bima.

Dalam sambutanya Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE, menyampaikan bahwa memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW ini diharapkan untuk mengingat kembali bagaimana perjuangan Nabi besar Muhammad SAW dalam mengkokohkan Diinul Islam sampai hari ini. "Kita jangan hanya memperingati saja hari besar ini, melainkan kita juga harus mampu mengikuti serta menanamkan nilai-nilai keislaman yang di bawa oleh Nabi besar kita Muhammad SAW," katanya.

Saat ini diakuinya, Kota Bima sedang menyusun rencana  pembanguan program jangka menengah tahun 2018-2020 adapun salah satu antara dua poin yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bima yaitu meningkatkan nilai-nilai agama dan menyikapi tindakan kriminalitas dan penyalahgunaan penggunaan Narkoba. Pemerintah Kota Bima melalui Satuan Polisi Pamong Praja telah melakukan kegiatan rajia tiap-tiap sekolah yang ada di Kota Bima dalam rangka memeriksa beberapa pelajar yang membawa senjata tajam dan penggunaan obat-obat terlarang. "Melalui rajia tersebut, polisi pamong praja berhasil menyita beberapa senjata tajam yang dibawa oleh pelajar di sekolahnya berupa ketapel dan anak panah tajam," pungkasnya. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.