Header Ads

Meski Baru 10 Bulan Mengabdi, Pimpinan PT. Pertamina Merasa Kerasan di Bima

Yudho Tri Permono.


Kota Bima, Garda Asakota.-

Yudho Tri Permono, itulah nama Pria kelahiran Cilacap 46 tahun silam, yang sejak 10 bulan terakhir menjadi pimpinan PT. Pertamina Cabang Bima. Profil orang nomor satu di Pertamina Cabang Bima tersebut diketahui wartawan disela-sela kegiatan sosialisasi tentang Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima yang di helat di Aula SIKIB Pertamina pada Senin pagi, 12 November 2018. 

Dirinya mengaku senang berada di Bima, meski diakuinya baru sepuluh bulan ditempatkan atasannya memimpin Pertamina Bima. "Meski begitu, saya cukup kerasan di sini," ujarnya hangat.

Yudho mengaku, semenjak mengabdi di Pertamina, paling lama dirinya bertugas di Pertamina Cilacap, yaitu hampir 21 tahun. 

"Kemudian oleh atasan saya, saya ditugaskan ke Manggarai Flores, kemudian habis itu ke Kupang lalu balik ke Madura dan setelah dari Madura baru ditempatkan ke Bima.  Kalau dihitung-hitung, saya mengabdi di Pertamina itu sudah hampir 26 tahun lamanya, sejak pertama kali masuk tahun 1992 silam," kisahnya.

Menurutnya, tidak ada yang berubah di Pertamina Bima. "Semuanya masih berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang baru, apalagi asing di Pertamina.  Karena Pertamina hanya melaksanakan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti Premium, Terosin, Biosolar, dan Avtur juga Minyak Tanah khusus," jelas Yudho. 

Untuk BBM jenis premium, lanjutnya, Pertamina mendistribusikan ke sebelas (11) SPBU yang tersebar di tiga wilayah kerja yaitu Kabupaten Dompu sebanyak lima (5) SPBU, kemudian Kota Bima ada empat (4) SPBU dan Kabupaten Bima sebanyak (2) SPBU. 

"Model pendistribusian BBM nya dilakukan berdasarkan sistem permintaan dari Pemilik SPBU. Tidak berdasarkan selera Pertamina tetapi berdasarkan permintaan saja," ungkapnya.

Apakah benar bahwa Pemerintah Pusat akan segera memberikan Raport Hijau kepada PT. Pertamina Cabang Bima atas membaiknya Pengelolaan Dampak Lingkungan?. Soal itu, Yudho mengaku belum mengetahuinya secara pasti.

"Yah semoga saja. Sebab kami juga tidak tahu apakah informasi itu benar adanya  atau tidak. Kalau selama ini memang rapor penilaian yang diterima PT Pertamina Cabang Bima selalu Biru atau hanya di tingkat  Patuh saja baik itu yang berkaitan  dengan Pengelolaan Lingkungan maupun yang berkaitan dengan kontribusi dana CSR (Corporate Social Responsibility). Meski demikian, meski penilaian masih di level biru, bukan berarti selama ini Pertamina tidak ada dana CSR nya, masalahnya mungkin karena tidak terekspose saja," pungkasnya. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.