Header Ads

LPG 3 kg Siap Dibagikan Gratis untuk 25.730 Warga Kota Bima

Feri Sofiyan, SH, Wakil Walikota Bima
Kota Bima, Garda Asakota.-

Kegiatan sosialisasi pembagian paket perdana konversi minyak tanah ke LPG oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Minyak dan Gas dilaksanakan di aula kantor Walikota Bima, Jum'at (9/11). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Bima, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (MIGAS) dan PT. Pertamina Persero, Kepala Dinas Koperindag, Kabag Ekonomi, Camat, dan perwakilan masyarakat penerima bantuan perdana konversi minyak tanah ke LPG 3 Kg.


Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, SH, menjelaskan bagaimana penggunaan gas LPG efektif dan efisien dalam menghemat APBN sebesar Rp37 Triliun tiap tahunnya, dan juga dapat menghemat pengeluaran per rumah tangga sebesar Rp50 ribu per bulan. Mungkin dengan melalui sosialisasi konversi minyak tanah ke LPG 3 kg ini masyarakat dapat lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan kebutuhannya terhadap ketergantungan dalam menggunakan minyak tanah. "Dan pada saatnya nanti pemerintah Direktorat Jenderal Minyak dan Gas serta PT. Pertamina akan memberikan penjelasan lebih jelas lagi terkait prosedur keamanan dalam menggunakan gas LPG sehingga masyarakat bisa mengerti dan paham terkait keamanan dalam menggunakan LPG," ungkapnya.

Menurutnya, dasar hukum program konversi minyak tanah ke LPG 3 KG yaitu Perpres 104 tahun 2007 tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga LPG 3 kg, PMK 168 dan 173 tentang mekanisme pelaksanaan anggaran bantuan pemerintah pada Kementrian Negara/Lembaga, Permen ESDM 16 tahun 20117 tentang pedoman umum pelaksanaan pemberian bantuan pemerintah di lingkungan Direktorat Jenderal Migas, Kepdirjen Migas 0115 tahun 2018, dan Kepmen ESDM 18.K/15/MEM/2018 tentang penugasan terhadap Pertamina dalam penyediaan dan pendisrtibusian paket perdana LPG 3 kg.

Tujuan program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg melakukan diversifikasi energi melalui pengurangan ketergantungan pemakaian BBM (minyak tanah) untuk dialihkan ke LPG 3 kg, mengurangi penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi, karena LPG lebih aman dari penyalahgunaan, melakukan efisiensi anggaran pemerintah karena penggunaan LPG lebih efisien dan subsidinya relatif lebih kecil dari pada subsidi minyak tanah, dan menyediakan bahan bakar yang praktis, bersih dan efisien kepada masyarakat untuk rumah tangga dan usaha mikro.

Bentuk paket perdana bantuan pemerintah yaitu berupa tabung beserta katup LPG dan isinya, kompor gas, dan regulator serta selang karet yang akan diberikan secara gtatis oleh pemerintah pusat kepada pemerintah kota bima melalui camat dan lurah yang akan disalurkan kepada masyarakat. Adapun kriteria yang akan menerima bantuan perdana tersebut yaitu ibu rumah tangga dan palaku usaha mikro yang akan dibuktikan dengan legalitas penerima seperti kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP) dan surat keterangan domisili/kartu penduduk musiman.

Jumlah masyarakat  penerima bantuan perdana di Kota Bima sebanyak 25.730 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 5 Kecamatan serta 38 Kelurahan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, Agus Dinhermawan mengharapakan kepada masyarakat agar bisa melakukan pengawasan terhadap pembagian tabung gas LPG 3 kg yang nantinya akan dibagi  secara gratis kepada masyarakat. "Dan Insha Allah hari Senin mendatang kita akan mendisrtibusikan LPG 3 kg kepada masyarakat secara gratis untuk tahap I dan dimulai di Kecamatan Rasana'e Barat," katanya.

PT. Pertamina melalui R. Toto Sugiarto, yang mewakili Pertamina Pusat oleh Kementrian SDM menjelaskan bagaimana menjaga keamanan dalam menggunakan LPG 3 kg, yaitu tempat penyimpana LPG harus ditempat yang mempunyai sirkulasi udara dan fentilasi ruangan yang baik, pasangkan klem dengan erat pada tempatnya (pada ujung kedua selang), tabung LPG harus dalam keadaan berdiri tegak dan kokoh agar tabung tidak mudah jatuh dan terguling, serta simpan pada tempat yang kering namun terhindar dari sinar matahari langsung atau sumber panas lainnya. "Saya yakin apabila masyarakat mampu menjaga keamanan dan mengikuti prosedur penggunaan tabung Gas LPG dengan baik dan benar, maka tidak akan ada yang namamnya kecelakaan yang di timbulkan oleh gas LPG tersebut," pungkasnya. (GA. Yan*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.