Header Ads

Konferensi Pers Perdana, Walikota Bima Siap Realisasikan Visi-Misi LUTFI-FERI

HM. Lutfi, SE, Walikota Bima.


Kota Bima, Garda Asakota.- 

Suasana keakraban terlihat saat Walikota Bima, HM. Lutfi, SE, mengggelar konferensi pers perdana pengenalan program kerja dan visi-misi LUTFI-FERI 2018-2023 di kantor Walikota Bima, Senin (1/10/2018). Kepada belasan wartawan, Lutfi yang saat itu didampingi Plt Asisten III, Drs. H. Azhari, M. AP, dan Plt. Kabag Humaspro, H. A. Malik, SP, MM, mengungkapkan komitmen pihaknya akan segera merealisasikan beberapa janji politik sebagaimana tertuang dalam visi-misinya. Bukan hanya itu, Lutfi-Feri juga berkomitmen akan merealisasikan beberapa kontrak politik dengan masyarakat saat kampanye Pilkada lalu seperti pembebasan lahan Pelindo di Kelurahan Tanjung. 

Selain komitmen untuk merealisasikan program BPJS Gratis bagi warga miskin, pembayaran gaji Rp1 juta untuk honorer K2 dan gaji Rt/Rw, pihaknya sesuai janji juga akan menuntaskan pembangunan Masjid Agung Al Muwahiddin Bima yang selama ini terbengkalai pembangunannya selama puluhan tahun terakhir. "InshaAllah, komitmen ini mulai kita realisasikan dalam 100 hari kinerja Lutfi-Feri, seperti penganggaran Rp10 Milyar dana pembangunan masjid Raya untuk tahun pertama" ungkapnya. 

Khusus untuk kelanjutan masjid Raya Al Muwahiddin Bima, Walikota mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Yayasan agar  pengelolaannya diambil alih Pemkot Bima. Ini tujuannya agar penyelesaian pembangunan Masjid Agung dapat terwujud lebih cepat. "InshaAllah Pemerintah Kota Bima akan ambil alih dan menjadikannya sebagai aset Pemkot Bima," tukasnya. Walikota menegaskan bahwa, pengambilalihan pengelolaan Masjid Agung oleh Pemkot Bima karena terkait teknis penganggarannya. "Sebab syarat agar dukungan anggaran bisa maksimal dari pemerintah daerah adalah, yayasan harus diambil alih menjadi milik dan aset pemerintah daerah," tuturnya lagi.

Selain itu, sambungnya, status Masjid Agung nantinya akan berubah menjadi Islamic Center dimana fungsinya tidak hanya sebagai masjid, tetapi juga sebagai pusat kegiatan kajian Islam di Bima. "Menyikapi rencana ini pihak Yayasan Al Muwahidin sudah bersedia," pungkasnya. (GA. 212*)


No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.