Header Ads

Rombongan Pelajar dari MTSN 1 Kobi Diterima Resmi Pengelola EECC Kampung Inggris


Kediri, Garda Asakota.-

Rombongan pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN-1) Padolo Kota Bima yang akan melakukan studi ekskursi pelajaran Bahasa Inggris di Kediri, Minggu pagi (2/8) bersama dengan peserta lainnya dari berbagai daerah, diterima secara resmi oleh pihak lembaga Effective English Conversation Course (EECC) Kampung Inggris Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Menurut Kepala MTsN 1 Kota Bima, Drs. HM. Adnan, total rombongan pelajar dari MTsN 1 Kota Bima yakni sebanyak 32 orang dengan rincian 21 orang putri dan 11 orang putra. Selain itu, kata dia, hadir juga guru pendamping, Jul'asfi Warraihan, S.Pd, dan beberapa orang-tua murid yang turut serta seperti, H. A. Malik, S.Pt, M. AP (Plt Kabag Humaspro Pemkot Bima), Rudi Kristiando (Pegadaian Dompu), Muzakkir NS, S.Ag (Pimred Media Garda Asakota) dan Asriadin, SH, ASN Samsat Bima.




Mereka ini, kata dia, jauh dari Kota Bima dan harus meninggalkan kampung halaman, meninggalkan orang tua dan teman bermain di kampung hanya untuk belajar berbahasa Inggris. Untuk itu, dia mengajak anak didiknya untuk menumbuhkan komitmen bahwa anak didiknya harus pulang dengan sebuah keberhasilan. "Tanamkan komitmen pada diri kita bahwa saya harus pulang dengan penguasaan Bahasa Inggris yang baik dan benar," pesannya.

Secara khusus mewakili civitas MTsN Kota Bima menitipkan 3 September sampai 30 Nopember 2018 di EECC. Kemudian, segala sesuatu yang berkaitan degan proses KBM pihak MTsN menyerahkan sepenuhnya kepada EECC. "Kami titip anak-anak kami dengan nawaitu belajar Bahasa Inggris dan moga saja mereka pulang nantinya bisa menjadi yang terbaik," ucapnya menaruh harapan seraya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak EECC.

Sementara itu, Pimpinan EECC, Drs. H. Nur Akhlis, M. Pd, menyambut hangat kehadiran rombongan pelajar dari MTsN Kota Bima. Dia menyebutkan bahwa peserta dari Kota Bima ini adalah agkatan ke-104 sejak EECC berdiri. Secara khusus Akhlis mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang menitipkan anak-anaknya di lembaganya termasuk keluarga besar MTsN 1 Kota Bima. "Tugas ini sangat berat, untuk itu kami tetap memohon inayah dan pertolongan dari Allah Swt," ucapnya. Menurutnya ada tiga aspek yang menjadi spirit dalam proses belajar Bahasa Inggris yakni komitmen, integritas dan loyalitas. "Nawaitu dalam rangka belajar harus ditanamkan, jika ini dipegang secara teguh dan tulus, InshaAllah hasilnya sukses. Jadi, jangan hanya semangat di awal, tapi butuh kejujuran dan keuletan yang kuat," tegasnya. Pantauan langsung wartawan, selain memberikan wejangan khusus, pria yang juga termasuk pengelola senior lembaga kursus di kampung Inggris ini juga menjelaskan secara singkat sejarah awal dikenalnya kampung Inggris di Pare. 

Sebelumnya, acara pelepasan sekitar 32 orang siswa ini berlangsung di lapangan olahraga MTsN 1 Kota Bima oleh Penjabat Walikota Bima, H. Wirajaya Kusuma. Penjabat Walikota menyampaikan apresiasi atas program yang dinilainya sangat inovatif ini. Ia berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan ini untuk mempraktekkan Bahasa Inggris serta mencari teman dan pengalaman. Para guru pendamping diharapkan dapat menjadi mentor yang baik dan memperhatikan kebutuhan para siswa. Kedepan, diharapkannya program ini dapat terus dipertahankan dan diperluas cakupan pelaksanaanya, baik dalam hal jumlah siswa peserta maupun pilihan lokasi studi. (GA. 212*)


No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.