Header Ads

Lomba Pacuan Kuda Berakhir, Penjabat Walikota Apresiasi Kiprah Pordasi Kota Bima


Kota Bima, Garda Asakota.-

Perlombaan Pacuan Kuda Tradisional Kota Bima dalam rangka memeriahkan HUT RI ke- 73 pada hari Minggu (2/9) memasuki babak final atau puncak dari segala kegiatan yang diselenggarakan oleh Pordasi Kota Bima di lapangan Pacuan Kuda Sambinae Kecamatan Mpunda Kota Bima. Penutupan event rakyat ini, selain dihadiri para pecinta kuda dan unsur Panitia, juga nampak hadir Penjabat Walikota Bima, H. Wirajaya Kusuma, Walikota dan Wakil Walikota Bima Terpilih 2018, HM. Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH, unsur Pimpinan Daerah dan sejumlah anggota DPRD Kota Bima.

Foto: Walikota dan Wakil Walikota Bima Terpilih 2018, HM. Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH, saat menyerahkan hadiah kepada pemilik Kuda.

Ketua Panitia Pacuan Kuda Tradisional Kota Bima tahun 2018, A. Haris, ST, menyampaikan bahwa event turnamen Pacuan Kuda Tradisional Kota Bima tahun 2018 ini diikuti oleh 520 ekor Kuda yang berasal dari Sumba Barat, NTT, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima. Kuda-kuda tersebut, katanya, mengikuti 12 kelas yang dilombakan mulai dari Kelas TK, OA, OB, THA, THB, TA, TB, TC, A, B, C dan D.

Pelaksanaan pacuan Kuda Tradisional Sambinae Kota Bima yang mulai dilaksanakan sejak tanggal 25 Augustus dan berakhir Minggu 2 September 2018, memasuki babak final atau babak penentuan di semua kelas yang di lombakan. Sebagai bentuk penghargaan, pada kesempatan inipun panitia telah menyiapkan hadiah untuk kuda-kuda terbaik di setiap kelasnya yaitu untuk kuda terbaik pertama berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta, terbaik kedua Rp7 juta, terbaik ketiga Rp5 juta dan untuk terbaik keempat, lima dan enam sama-sama mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp2,5 juta.

Penjabat Walikota Bima, Drs.H. Wirajaya Kusuma, MH, pada kesempatan tersebut secara khusus menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Pacuan Kuda Tradisional Sambinae Kota Bima tahun 2018 yang berjalan lancar dan sukses. "Saya juga cukup senang dan gembira menyaksikan kejuaraan pacuan kuda tradisional ini karena mengingatkan memori semasa kecil dulu yang suka naik kuda meskipun tak pernah jadi joki," ucapnya.

Pemerintah Kota Bima, kata dia, tentunya akan sangat mendukung kegiatan-kegiatan semacam ini demi kemajuan dan perkembangan pacuan kuda di Kota Bima, apalagi event ini erat kaitannya dengan budaya dan pariwisata. "Dan saya yakin dan percaya kepada Ketua Pordasi Kota Bima saat ini yang merupakan Wakil Walikota Bima Terpilih  akan memberikan support yang tinggi dan luar biasa bagi kemajuan pacuan kuda tradisional Kota Bima, selain itu saya juga cukup bangga dengan joki-joki yang ada di NTB khususnya joki kuda di Kota Bima yang semuanya rata-rata joki cilik yang usianya di bawah 10 tahun sehingga dengan  kondisi tersebut membuat orang luar merasa kagum atas keberanian joki joki cilik ini. Bagaimana tidak, mereka begitu cekatan mengendarai kuda dengan kecepatan tinggi tanpa pelana dan tanpa di dukung oleh arena pacuan yang aman, tapi joki-joki cilik ini tetap berani bahkan dalam setiap pelaksanaannya jarang terjadi joki-joki yang cedera ataupun celaka. Ini merupakan hal yang luar biasa sekali dan saya yakin tidak semua anak se usia mereka di Indonesia ini mampu seperti mereka," tuturnya.Namun diakuinya, terlepas dari keberanian para joki cilik ini pun ia titip pesan kepada para orangtua untuk jangan pernah mengabaikan pendidikan mereka karena pendidikan haruslah tetap menjadi prioritas yang nomor satu.

Pantauan langsung wartawan, pada final kejuaraan pacuan kuda tradisional Sambinae Kota Bima tahun 2018 tersebut untuk kejuaraan umum Kelas OA dan THA diraih oleh kuda bernama NATALIA, sementara di kejuaraan umum kelas OB dan THB diraih oleh Kuda bernama RADJA sedangkan di kejuaraan umum kelas Favorit yaitu kelas A dan Tunas A diraih oleh kuda bernama KAKA. Sedangkan khusus di kejuaraan umum kelas Tunas B dan B kuda bernama NENG GOTIK menjadi yang tercepat. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.