Header Ads

Wali Murid Minta Siswa Prakerin SMKPP Bima di Lombok, Dipulangkan


Kota Bima, Garda Asakota.-

Gempa bumi ber Magnitudo 7 SR yang melanda wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu malam tidak hanya meninggalkan duka yang mendalam bagi warga masyarakat yang kehilangan Keluarga dan tempat tinggal di seputaran pulau Lombok saja, akan tetapi juga berdampak trauma luar biasa terhadap para siswa-siswi SMKPPN Bima yang saat ini sedang melaksanakan kegiatan PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) di wilayah Lombok sejak 2 Juli 2018 lalu.

Kondisi tersebut rupanya membuat para orangtua siswa SMKPPN Bima ini merasa khawatir serta cemas akan nasib putra putrinya karena gempa yang masih tetap terjadi di daerah dengan julukan Kota Seribu Masjid tersebut. Kekhawatiran tersebut mereka sampaikan secara langsung kepada pihak sekolah dan meminta untuk dapat memulangkan anak-anak mereka, seperti yang disampaikan oleh salah seorang orangtua siswa SMKPPN Bima, Hendrawan.

Jika kondisinya seperti ini, kata dia, terjadi gempa terus menerus walau skalanya semakin melemah, namun hal itu bukan sebuah jaminan bahwa gempa akan berhenti apalagi sesuai dengan informasi pihaknya bahwa diprediksi masih akan terjadi Gempa Bumi 1-2 pekan ke depan. "Untuk itu, intinya kami meminta agar pihak sekolah segera memulangkan siswa siswa yang sedang Prakerin saat ini, karena kami para orangtua sangat khawatir," tegasnya.

Sementara itu pihak sekolah melalui Kepala SMKPP BIMA, Drs. Abdul Jalal, yang dihubungi via ponselnya menjelaskan bahwa pihaknya mengaku sudah mendatangi secara langsung para Siswa SKMPPN Bima di Lombok. Diakuinya, dalam kunjungannya tersebut telah disepakati bahwa kepada anak anak tetap di minta untuk bertahan barang 2-3  hari lagi sambil menanti apakah Gempa  kembali terjadi atau tidak. "Jika kondisinya kembali normal maka tidak perlu pulang dan sebaliknya jika Gempa tetap terjadi maka Sekolah pasti akan menarik kembali semua Siswa Prakerin Lombok ke Bima," akunya. Tetapi, sambungnya, dalam pertemuan tersebut pihaknya juga meminta kepada para siswanya untuk dapat memberikan informasi yang benar kepada para orang tua dan tidak  berlebihan. "Kabarkan yang benar sesuai dengan fakta yang terjadi di Lombok kepada orangtua masing-masing, agar tidak menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan," katanya.

Meski demikian, kata dia, jika kondisinya para orantua ini tetap memaksa agar anak anaknya di pulangkan maka pihak sekolah juga tidak dapat menahan apalagi melarangnya hanya saja pihak sekolah juga tentunya akan terlebih dulu berkoordinasi dengan Ketua Tim Prakerin Sekolah Tahun 2018 agar bilapun nanti siswa siswa ini di pulangkan Lokasi baru yang akan di tempati sebagai lokasi kegiatan Prakerin sudah tersedia. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.