Header Ads

Sholat Idul Adha Berlangsung Hikmad, Wagub Ajak Warga NTB Jauhi Maksiat

Wagub NTB, H Muhammad Amin, saat menyampaikan sambutan Idul Adha, Rabu 22 Agustus 2018.

Mataram, Garda Asakota.-

Pelaksanaan Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1439 H/2018 M yang dilaksanakan di halaman kantor Gubernur NTB berlangsung dengan hikmad. Ribuan masyrakat yang bermukim di seputaran Kota Mataram mengikuti pelaksanaan sholat idul Adha dengan khusyu dengan dipimpin oleh Imam Sholat Idul Adha, Ustadz H Ahyar Muhsin, dan Khotib adalah Dr H Abdul Fattah MM.

Mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, dalam sambutannya menyampaiakan ucapan selamat Idul Adha bagi seluruh warga NTB. Kata Wagub Amin, keteguhan iman yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim As dalam melaksanakan perintah qurban harus menjadi contoh teladan bagi warga NTB. 

"Keteladanan inilah yang harus menjadi contoh bagi kita semua warga NTB dalam menghadapi musibah gempa. Ujian bagi orang beriman adalah tanda cinta NYA dalam menghapus dosa dan kesalahan serta meninggikan derajat kita. Oleh karenanya menghadapi ujian gempa bumi ini hendaknya dihadapi dan disikapi dengan keimanan yang tinggi dan disertai dengan kesabaran," kata Wagub Amin.

Jika kesabaran tanpa disertai dengan keimanan, menurutnya, tidak akan memberikan jalan keluar terbaik. "Oleh karenanya melalui momentum Idul Adha ini, saya mengajak warga NTB untuk bersabar dan berdo'a, meningkatkan ketakwaan dan menjauhi segala maksiat dan saling menasehati serya bersemangat untuk bangkit membangun puing harapan cita-cita kedepan," ajak Wagub.

Dikatakannya, Ibadah Qurban juga mengajarkan kepada kita semua terhadap nasib sesama pada jalan kemanusiaan. "Jalan menuju kebahagiaan mutlak membutuhkan pengurbanan. Maka melalui momentum ini mari kita pompa semangat kita untuk membantu mereka yang tertimpa musibah baik yang ada di Pulau Lombok maupun yang ada di Pulau Sumbawa dalam jalan kemanusiaan," timpalnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Khotib Idul Adha, Dr H Abdul Fattah, saat menyampaikan khutbah idul adha. Menurutnya momentum idul adha ini harus bisa dipergunakan sebagai sebuah momentum peningkatan rasa kepedulian terhadap sesama. Jangan sampai rasa interest pribadi terhadap diri sendiri menjadikan rasa kepedulian terhadap nasib sesama itu hanya menjadi sebatas retorika belaka.

"Dan bagi ummat Islam yang konsisten terhadap nilai-nilai Islam, maka hal ini tidak akan berlaku. Sebab ajaran-ajaran Islam sangat mementingkan aspek-aspek moral dan sosial sebagaimana tercermin dalam istilah hablumminalloh dan hablumminannas. Dalam Alqur'an, Alloh mengancam orang-orang yang sholat tapi melalaikan dirinya untuk membantu kaum dhu'afa, fuqara, termasuk orang-orang yang sedang terkena gempa bumi," pungkasnya. (GA. 211/215*)


No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.