Header Ads

Pasca Gempa Lombok, BPBD Kobi Ikut Terjunkan Personil Maupun Bantuan Tanggap Darurat

Kepala BPBD Kota Bima

Kota Bima, Garda Asakota.-

Puluhan personil BPBD (Badan Penanggulangan Bencana) Kota Bima  bersama stakeholder lainnya ikut serta dalam membantu proses evakuasi warga masyarakat Lombok Provinsi NTB yang menjadi  korban gempa bumi 7,0 SR. Kesemua personil tersebut di sebar setiap titik bencana namun yang lebih banyak penempatannya adalah di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang merupakan titik pusat Gempa 5 Agustus lalu.


Kepala BPBD Kota Bima, H. Syarafuddin, MM, menjelaskan bahwa untuk Tim Evakuasi dari BPBD sendiri pada Keberangkatan 7 Agustus lalu berjumlah 22 orang dan hampir setiap Minggu puluhan personil dari Kota Bima terus menyusul tim yang telah lebih dulu berangkat ke Lombok dan semuanya menyisir setiap lokasi lokasi yang sedang di lakukan penanganan proses evakuasinya. "Hal ini sesuai dengan hasil koordinasi dengan pihak Panitia Penanganan Korban Gempa di Lombok bahwa Tim bantuan dari Luar daerah di sebar di berbagai lokasi yang terdampak Gempa, namun lebih banyak Tim di tempatkan di Lombok Utara. Jadi, sasaran penyaluran kami adalah berdasarkan arahan dan petunjuk dari Panitia di sana, ke posko mana kami harus menyalurkan bantuan," jelasnya.

Tim Evakuasi tambahan tersebut sambung mantan Kepala DKP Kota Bima ini adalah dari Personil Pol PP Kota Bima, personil Dinsos, PMI,Tenaga Medis baik Dokter maupun Perawat yang ke semuanya juga tetap mengikuti arahan dan petunjuk dari Panitia Evakuasi di Lombok tentang lokasi atau titik posko yang membutuhkan penyaluran bantuan tanggap darurat. "Tujuannya agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan merata," tegasnya.

Ditambahkan bahwa, selain warga Lombok juga yang menjadi perhatian utama pihaknya adalah warga Bima yang menjadi bagian korban  terdampak Gempa. "Alhamdulillah hingga hari ini berdasarkan laporan dan komunikasi intens yang kami lakukan belum ada Korban jiwa dari warga Bima dalam musibah tersebut hanya berdasarkan laporan  ada sekitar 300 an orang warga Bima yang saat ini menjadi pengungsi akibat rumah rusak termasuk di dalamnya para mahasiswa yang study di Lombok," akunya seraya menyebutkan bahwa tentang jenis bantuan tergantung sungguh petunjuk dari Pihak Panitia Penanganan Korban Gempa di Lombok. "Kebutuhan mendasar apa yang sangat di butuhkan oleh para korban, nah itu yang kami salurkan misalnya air bersih, mie instan, pop mie, tenda pengungsian, telur, ikan dan pakaian yang layak pakai semua sudah kami salurkan," pungkasnya menambahkan. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.