Header Ads

Pasar Raya Narmada Terbakar, Ditaksir Kerugian Lebih Rp1 Milyar

Kapolsek Narmada, Kompol Gusti Bagia.

Lobar, Garda Asakota.-

Sekitar 180 lokal bangunan penjualan pedagang konveksi dan pedagang barang kelontong yang menampung ratusan pedagang di Kompleks Pasar Raya Narmada Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Kamis Malam sekitar pukul 23.45 wita (30/08/2018), mengalami kebakaran hebat. 

Bahkan pantauan wartawan media ini, pada Jum'at pagi (31/08/2018), asap tipis masih mengepul disekitar area pasar yang terbakar. Ditaksir total kerugian akibat terjadinya kebakaran hebat itu mencapai angka Rp1 Milyar lebih.

Kapolsek Narmada, Kompol Gusti Bagia, yang turun langsung dilokasi kejadian sejak Kamis malam sekitar pukul 24.00 wita hingga pagi hari, kepada wartawan mengatakan pihak kepolisian akan segera melakukan proses penyelidikan terkait dengan terjadinya kebakaran pasar raya Narmada tersebut. Bersama personil Polsek Narmada, Gusti Bagia, langsung memasang garis polisi atau police line disekeliling lokasi kebakaran.

"Selain sebagai tanda awal akan dimulainya proses penyelidikan, police line ini dipasang untuk melokalisir tempat kejadian dan warga masyarakat tidak sembarang masuk keareal ini untuk menghindari rusaknya tempat kejadian perkara selama proses penyelidikan dilakukan," ujar Gusti Bagia kepada wartawan, Jum'at 31 Agustus 2018, di Kompleks Pasar Raya Narmada.

Secara umum, kejadian terbakarnya pasar raya Narmada itu menurut Gusti Bagia diketahui pada Kamis Malam sekitar pukul 23.45 wita. Pihaknya mengaku sampai ditempat kejadian perkara sekitar pukul 24.00 wita dalam keadaan api mulai membesar. Belum diketahui asal muasal terjadinya kebakaran tersebut. 

"Namun karena lokasi kebakaran ini dupenuhi oleh banyak barang-barang konveksi mengakibatkan api cepat membesar dan merubuhkan atap bangunan los pedagang. Api baru berhasil dipadamkan secara keseluruhan sampai pagi hari sekitar pukul 06.00 wita," ungkap pria ramah ini.

Meski banyak mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan baik dari Pemkab Lobar bahkan ada dari unit water canon pihak Kepolisian dengan total keseluruhan lima unit mobil damkar. Namun dikarenakan jalanan menuju ke tempat lokasi kebakaran itu agak sempit, maka pergerakan mobil pemadaman mengalami kendala. Apalagi aktivitas pedagang di pasar raya narmada ini sangatlah padat sehingga agak kesulitan untuk dilakukannya proses pemadaman. 

Meski di pasar raya Narmada ini ada tiga akses masuk menuju ke titik lokasi kejadian yakni pintu masuk sebelah selatan, pintu timur dan pintu utara, namun dikarenakan kondisi jalan masuk yang sempit berdampak pada lambatnya proses pemadaman dilakukan.

Aspek lain yang perlu juga diperhatikan adalah aspek penggunaan dan pemasangan kelistrikan di areal loss pedagang juga harus diperhatikan dengan baik untuk meminimalisir terjadinya kebakaran. 

Terlepas dari itu semua, pihak Kepolisian akan segera melakukan pengungkapan terhadap terjadinya kebakaran tersebut. "Nanti akan terungkap dari hasil penyelidikan," pungkasnya. (GA. 211/215*)





No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.