Header Ads

Lima Parpol Yang Disukai Hasil Survei MY Institute


Mataram, Garda Asakota.-

Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2019 dalam waktu beberapa bulan lagi akan digelar. Salah satu lembaga Survey yang bernama MY Institute merilis sejumlah Partai Politik (Parpol) yang terpopuler dan yang disukai oleh masyarakat pemilih di NTB. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh MY Institute, Partai Golkar, Demokrat, PDI P, Gerindra, dan PAN, menjadi Lima Parpol terpopuler bagi masyarakat NTB.

"Sementara Lima Parpol yang disukai oleh masyarakat pemilih NTB yakni Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, PAN, dan PKS. Untuk PDI P sendiri berada diurutan ke sepuluh parpol yang disukai di NTB," ungkap  Miftahul Arzak, S.Ikom., MA., selaku Direktur Eksekutif MY Institute melalui siaran persnya yang diterima redaksi gardaasakota.com pada Rabu 01 Agustus 2018.



Hasil survey MY Institute tersebut menurut Miftah dilaksanakan pada awal Juni hingga Juli 2018 yang lalu. Survei kali ini, lanjutnya, bertema “Perbandingan antara Popularitas Partai Politik dengan Tingkat Kesukaan Masyarakat NTB terhadap Partai tersebut”.

"Survei MY Institute menggunaakn metode Multistage random sampling dengan Margin of Error 2,6%, tingkat kepercayaan 95% dan mendapatkan 1200 responden yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota Se-Nusa Tenggara Barat," ujar Miftah.

Diungkapkannya, ada banyak yang bisa dibaca dari hasil survei tersebut. Namun, ada dua yang pihaknya garis bawahi karena cukup signifikan. Pertama, Jika melihat tingkat popularitas dengan tingkat kesukaan masyarakat NTB terhadap partai politik, yang paling signifikan adalah Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P). 

Dikatakannya, Popularitas PDI-P berada pada urutan ketiga sedangkan pada tingkat kesukaan masyarakat pada urutan kesepuluh. “Hal tersebut tentunya dipengaruhi oleh isu-isu keagamaan yang dihembuskan pada partai berlambang benteng tersebut. Apalagi sejak momentum 212 berlangsung di hampir seluruh daerah di Indonesia, PDI-P selalu dikait-kaitkan dengan partai yang tidak pro terhadap kegiatan yang disebut salah satu gerakan umat Islam itu. Apalagi melihat pergerakan politik nasional, saat ini partai-partai politik saling berebut simpati masyarakat sebagai kubu yang didukung oleh Ulama. Semua bukan tanpa sebab, pada survei MY Institute sebelumnya, tingkat keterpilihan seorang pemimpin dengan membawa isu agama hampir dipilih lebih dari setengah pemilih di NTB," ungkapnya lagi.

Aspek yang kedua, lanjutnya, selain Partai yang masuk dalam lima (5) besar adalah partai yang sebelumnya telah menduduki kursi parlemen.  Yang menarik diamati juga, kata Miftah, adalah partai-partai yang baru akan mengikuti pertarungan pada pemilihan legislatif 2019 nanti. Dari keempat Partai Politik yang baru bertarung pada legislatif 2019, suara Perindo cukup tinggi dan konsisten. 

"Tentunya gaung Partai tersebut tidak dapat dipisahkan dengan kepemiikan salah satu media Nasional oleh ketua umumnya, sehingga lebih mudah memperkenalkan Parpolnya melalui media yang dimilikinya kepada masyarakat. Sedangkan ketiga partai lainnya (PSI, Partai Garuda dan Partai Berkarya) perlu menyusun strategi untuk meningkatkan popularitas partainya hingga April 2019 mendatang," imbuhnya.

Namun, Miftah juga menjelaskan bahwa semuanya serba dinamis hingga April 2019 mendatang. “Terlebih, beberapa waktu lalu masyarakat NTB diterpa dua situasi politik yang dapat mempengaruhi peta perpolitikan di NTB. Pertama, keputusan Tuan Guru Bajang (TGB) untuk keluar dari Partai Demokrat, kedua Kunjungan Kerja Presiden RI, Jokowi di NTB dua hari lalu yang tidak dapat dipisahkan dengan muatan politik. Dalam survei ini pun kami hanya melihat popularitas partai dan tingkat kesukaan masyarakat terhadap partai tertentu, bukan mensurvei calon legislatifnya. Namun, perlu dipahami juga bahwa Partai adalah selayaknya pakaian bagi calon legislatif. Ada beberapa masyarakat yang menilai seseorang dari pakaiannya dahulu baru isi hatinya, itu yang perlu dipahami oleh para calon," pungkasnya. (GA. 211*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.