Header Ads

Gerak Cepat BWS NT I Perbaiki dan Fungsikan 50 Titik Air di KLU Pasca Gempa 7.0 SR


Kepala BWS NT I, Ir Asdin Julaydi, saat meninjau perbaikan dan pemfungsian kembali sumur bor pasca gempa KLU 7.0 SR.

Mataram, Garda Asakota.-

Gempa Bumi dahsyat yang mengguncang Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur dan Lombok Tengah, pada tanggal 29 Juli 2018, 05 Agustus 2018 dan 09 Agustus 2018, dengan masing-masing kekuatan 6.8 SR, 7.0 SR dan 5.8 SR, melumpuhkan sebagian besar infrastruktur permukiman dan sendi-sendi kehidupan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan catatan BNPB sebanyak 458 jiwa meninggal akibat gempa dengan kekuatan 7.0 SR pada tanggal 05 Agustus 2018 lalu, dengan total jumlah penduduk yang mengungsi sebanyak 417.529 jiwa, dan 697 jiwa yang terluka, sementara penduduk yang mengalami luka ringan sebanyak 709 jiwa. Begitu pun dengan total rumah yang mengalami kerusakan mencapai 71.740 rumah dan total fasilitas umum serta tempat ibadah yang mengalami kerusakan sebanyak 197 unit.

Lantas bagaimana dengan kebutuhan air minum warga ditempat pengungsian?. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Ir Asdin Julaidy, mengatakan dirinya dengan Tim Air Tanah BWS NT I, keesokan hari pasca kejadian gempa dahsat 7.0 SR langsung meluncur ke titik atau pusat terjadinya gempa di Lombok Utara.

"Keesokan hari pasca gempa 7.0 SR itu kami bersama Tim BWS NT I langsung turun melakukan penelusuran terhadap infrastruktur air yang menjadi sumber vital kehidupan masyarakat di Lombok Utara. Setelah ditelusuri, hampir sebagian besar infrastruktur air yang ada di Lombok Utara dan Lombok Timur mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Tim kemudian bekerja keras untuk melakukan perbaikan atas kerusakan tersebut, dan Alhamdulillah sekitar 50 unit mesin bor air dapat berfungsi kembali dengan baik setelah dilakukan perbaikan," jelas Asdin kepada wartawan via telpon selulernya, Rabu 15 Agustus 2018.



Menurutnya, dengan tingginya angka penduduk yang mengungsi, maka kebutuhan akan air bersih itu menjadi prioritas bagi BWS untuk bisa dipenuhi sebaik mungkin. "Dan Alhamdulillah sampai kemarin sudah 50 titik pengeboran air yang sudah berhasil kami fungsikan kembali yakni di Lombok Utara itu sekitar 45 titik air yang tersebar mulai dari Pemenang hingga Kayangan. Dan 5 titik air lagi di Lombok Timur seperti di Sambelie dan di senaru juga sudah berhasil kami perbaiki," jelasnya.

Selain berhasil memperbaiki dan memfungsikan kembali 50 titik air yang dimiliki oleh BWS NT I, pihaknya juga mengaku telah berhasil melakukan pengeboran 3 titik air baru untuk kebutuhan pengungsi yang ada di KLU. "Termasuk di Kompleks kantor Bupati KLU yang menjadi titik sentral pengendalian pengungsi juga telah berhasil dilakukan pengeboran titik air baru dengan kapasitas air sebanyak 15 liter per detik lengkap dengan pemasangan pompa airnya agar bisa memenuhi atau melayani pengisian air dengan menggunakan mobil tangki agar bisa didistribusikan ke para penduduk yang mengungsi seperti di Tanjung dan sekitarnya," timpalnya lagi.

Dikatakannya, meski pihaknya telah berhasil memfungsikan kembali 50 titik air sumur PAT, namun dikarenakan penyebaran penduduk yang mengungsi tersebar di berbagai titik yang jauh letaknya dari keadaan sumur, maka pihaknya berharap Pemerintah melalui Dinas Cipta Karya dapat menambah jumlah mobil tangki air untuk lebih memudahkan dalam proses pendistribusian air minum kepada masyarakat yang masih mengungsi.

"Kalau ketersediaan air bakunya sendiri sudah mencukupi namun untuk proses pendistribusiannya sendiri diperlukan penambahan mobil tangki air," saran Asdin. (GA. 211/215*).

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.