Header Ads

DP3AP2KB Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Caleg Perempuan


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

DP3AP2KB menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Perempuan Calon Anggota Legislatif di Kabupaten Bima, Kamis (30/8) di gedung PKK Kabupaten Bima. Selain dihadiri Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh seluruh anggota dan calon Legislatif dari perwakilan perempuan DPRD Kabupaten Bima, Kepala DP3AP2KB beserta jajarannya, Laily Ramdani, S. STP, Kabid Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bima, Edi Tarunawan, SH, Komisioner KPU Kabupaten Bima, Juriati, SP yang juga sebagai Narasumber.


Kepala DP3AP2KB, Drs. Aris Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pihaknya ini dalam rangka mendukung penguatan kapasitas kaum perempuan khususnya bagi calon anggota legislatif. Menurutnya, keberadaan kaum perempuan yang menjadi calon anggota legislatif harus mencapai kuota minimal 30 porsen di lembaga legislative. Peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen, kata dia, tentu akan membawa perubahan yang jauh lebih besar dalam praktik politik dan perumusan kebijakan publik, jika mereka memiliki keterampilan  politik yang diperlukan, tahu bagaimana untuk menjangkau konstituen mereka dan bagaimana untuk berkoordinasi dengan masyarakat sipil serta memiliki perspektif yang baik tentang kesetaraan dan keadilan gender.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bima,  Ir. H. Nurdin Ahmad, menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik amatlah penting, sebab perempuan memiliki kebutuhan khusus yang hanya dapat dipahami paling baik oleh perempuan sendiri. Jika masalah perempuan tersebut dititipkan pada wakil-wakilnya yang tidak memiliki perspektif masalah perempuan hamper dapat dipastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan tidak peka terhadap persoalan perempuan.

Eksistensi perempuan dalam ranah demokasi akan berdampak positif mewarnai dan memperkaya khasanah demokratis yang berkualitas. Dinamisnya perkembangan arus demokrasi dewasa ini membuka ruang penerimaan yang cukup lapang bagi perempuan untuk menjadi pemimpin di berbagai posisi pengambilan keputusan, baik di pemerintahan maupun kemasyarakatan. Menilik keterwakilan perempuan melalui penerapan kuota minimal 30 porsen di parlemen yang mengalami kegagalan pemilu 2014, karena tidak ada satu partai politik yang memenuhi kuota keterwakilan perempuan sebagaimana dimaksud.

Oleh karena itu kegiatan ini berorientasi pada penguatan kapasitas perempuan hingga memiliki kemampuan yang mumpuni untuk berkomptensi di pemilu anggota legislative pada PEMILU tahun 2019 sungguh patut diapresiasi dan di dorong secara intensif hingga angka keterpilihan perempuan dapat ditingkatkan secara signifikan.

Dia berharap Khusus pada kaum perempuan yang mengikuti kegiatan ini sekaligus menjadi CALEG pada PEMILU 2019, agar dapat mengikuti seluruh rangkaian workshop secara cermat karena di dalamnya akan tekandung aneka ilmu pembelajaran yang dapat dimanfaatkan demi menunjang kesuksesan serta dapat melakukan kerja politik scara cerdas, bersaing secara sehat dan membangun demokrasi yang beradab.

Sementara itu, Juhriati, SP,  yang hadir sebagai Pemateri dari KPU Kabupaten Bima pada kesempatan itu memaparkan tata cara pelaksaan pemilihan hingga penghitungan suara dan Penetapan Calon terpilih. Diakuinya, kegiatan penguatan kapasitas perempuan ini adalah awal bagi mereka agar kelak jika terpilih tidak kaget lagi dengan tupoksinya kelak. "Jadi saya berharap kegiatan ini dapat terlaksana secara berkesinambungan," tuturnya. (GA. Ompu*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.