Header Ads

Cegah Penyalahgunaan Obat, Dikes Propinsi Gelar Edukasi GeMa CerMat


Kota Bima, Garda Asakota.-

Merunut fakta data yang diterima pihak Dinas Kesehatan (Dikes) Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), penyalahgunaan obat di wilayah Propinsi NTB terlihat cukup tinggi. Fakta ini menyebar di berbagai Daerah Kabupaten Kota di wilayah Propinsi NTB. Hal ini terungkap ketika pihak Dikes Propinsi NTB menggelar kegiatan Edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat), yang dihelat di aula SMKN 3 Kota Bima Kamis (2/8) kemarin.



Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTB melalui Kepala Seksi Kefarmasian Makanan Minuman alat Kesehatan Dikes Propinsi NTB, Baiq Fahmi Ilmiyati, menyampaikan bahwa dengan banyaknya isu penyalahgunaan obat tersebut pihaknya tidak menutup mata dan akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten. "Dinas Kesehatan Propinsi tetap melakukan pembinaan, supaya bagi pengguna obat tak lagi ada kesalahan. Yang pasti, melalui program yang kita canangkan ini, Dikes Propinsi akan terus menjalin kerja sama. Supaya kita tetap melakukan pembinaan, terutama sekali Klinik, Apotik juga Rumah sakit yang ada di Kota dan Kabupaten dalam pemberdayaan masyarakat sebagai pengguna obat yang rasional," ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai berapa data fakta atau prosentase terkait penyalahgunaan obat di berbagai Daerah wilayah Propinsi NTB,? Secara tehnis Baiq tidak mengetahuinya, karena yang memiliki data tersebut yakni BNN. Pihaknya mengaku, hanya melakukan pencegahan saja lewat program yang saat ini dicanangkan. Penyalahgunaan obat tersebut yang sering terjadi kata dia yakni obat yang sifatnya penenang. "Akan tetapi obat itu memiliki efek samping yang mengarah pada saraf otak manusia," imbuhnya. Mengenai Daerah yang dominan terkait penyalahgunaan obat? Baiq menyebutkan bahwa sesuai dengan informasi yang diterimanya dari Balai POM, bahwa Daerah Kota dan juga Kabupaten Bima pernah terjadi melakukan penyalahgunaan obat. "Artinya pendistribusian obat melawati kuatonya. Untuk itu, kami berharap lewat program ini, terutama sekali Apoteker, dapat menyeleksi bagi si pengguna obat yang sesui dengan resep dokter yang ada. Maksudnya tidak sembarang memberikan obat yang tidak sesui dengan kebutuhan para para pengguna obat," harapnya.

Program ini sendiri, sambungnya merupakan program Nasional untuk kesehatan masyarakat. Sebenarnya kegiatan pencanangan Edukasi GeMa CerMat tersebut sudah dilakukan pada tanggal 2 Agustus tahun 2018 kemarin. Akan tetapi hanya dilakukan pembekalan pada 25 orang anggota Apoteker sebagai Auces atau AUC di Kota Bima. "Program tersebut adalah program Nasional yang merupakan Gerakan masyarakat hidup sehat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara tepat dan benar," tegasnya seraya menambahkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 173 orang, yang terdiri dari Apoteker Agen Ofcens 25 orang terpilih dari 80 penumpang apoteker yang ada di Kota dan Kabupaten Bima.
“Kami sangat berterimakasih banyak kepada Dinas Kesehatan Kota Bima yang sudah bersedia menerima kami dalam pencanangan program GeMar CerMat, juga bagian Humas Pemerintah Kota Bima, Puskesmas yang ada di Kota Bima dan beberapa Dinas terkait di wilayah Kota Bima," ucapnya.

Di tempat yang sama Walikota Bima dalam hal ini disampaikan Plt Asisten III, Ir. Darwis mengakui masih dijumpainya penyalahgunaan penggunaan obat di tengah masyarakat. Karena menurutnya, kurangnya pemahaman masyarakat tentang bagaimana pengunaan obat yang benar dan rasional. Sehingga mereka bebas menggunakan obat secara berlebihan serta kurangnya pemahaman tentang bagaimana cara menyimpan obat dengan benar.

Sementara disisi lain kata Darwis, informasi yang memadai dari tenaga kesehatan masih mengalami kekurangan. Apalagi informasi yang diserap oleh masyarakat, justeru didapat dari gencarnya promosi produsen obat melalui media masa, cetak elektronik, ataupun internet yang tidak sempurna benar.  “Untuk itu lewat pencanangan program GeMa CerMat oleh Dinas Kesehatan Propinsi yang bekerja sama dengan Dikes Kota Kabupaten tersebut. Penyalahgunaan penggunaan obat oleh masyarakat tak lagi terjadi alias bersih tanpa harus ada korban dari masyarakat, lantaran salah penggunaan obat," harapnya.(GA. 355*)


No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.