Header Ads

Warga Non Muslim Ini Spontan Teriak Allahu Akbar Saat Kapal Terbalik di Perairan Sape

Desi terbaring lemas di ruang IGD PKM Sape Kabupaten Bima


Kabupaten Bima, Garda Asakota.-

Desi (21-tahun) warga SUMBA-NTT adalah salah seorang dari puluhan penumpang perahu "Berkah Ilahi" yang selamat dari peristiwa tragis terbaliknya kapal motor di perairan Sape sebelah Timur Desa Nggelu Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Minggu pagi (29/7).

Kepada wartawan pukul 19.30 wita Minggu malam (29/7), Desi yang mengaku beragama non muslim ini saat kejadian menjumpai hal aneh dan menakjubkan. Ketika ombak besar menghantam, kata dia, tiba-tiba kapal mulai oleng. Para penumpangpun saat itu terlihat panik dan berusaha menyelamatkan diri. "Begitu kapal oleng, saat itu saya langsung loncat ke laut, spontan keluar dari mulut saya kalimat Allahu Akbar. Waktu melawan ombak, antara sadar gak sadar, tiba-tiba saya melihat masjid di atas gunung di perairan tersebut. Saya melaksakan sholat berjamaah di masjid tersebut dan bertemu dengan seorang laki-laki tua yang mangajariku kalimat syahadat," akunya kepada wartawan di ruang IGD PKM Sape, Minggu malam.

Kapal motor Berkah Ilahi

Desi yang saa itu terlihat masih trauma, mengaku bingung karena tiba-tiba setelah sadar dari apa yang dialaminya sudah berada di atas perahu kecil. Tak lama kemudian, kata dia, datang tim penyelamat. Ketika ditanya apa dirinya tahu dan bisa melafadzkan kalimat syahadat?,  iapun menjawab. "Saya tahu," jawabnya. Lalu kemudian ia mengucapkan kalimat syahadat dihadapan Sekdes Lamere Sape, Abdul Haris, Ustad Adhar, S. Ag, dan dihadapan sekitar belasan orang yang ada di ruang IGD PKM Sape. "Saya dengan tulus akan masuk Islam," ucapnya singkat.

Seperti gencar diinformasikan sebuah kapal motor tenggelam di perairan Sape, Minggu pagi (29/7). Akibat kecelakaan tersebut 2 orang penumpang meninggal dunia, 3 orang dinyatakan hilang, dan 20 orang penumpang lainnya berhasil diselamatkan. Penumpang meninggal an Haris 31 tahun dari Samili Kecamatan Woha Kabupaten Bima dan an Marlince 20 tahun dari Sumba. "Data sementara 2 orang meninggal dunia dan telah dibawa oleh pihak kepolisian ke RSUD Bima untuk dilakukan visum,"

Kronologis kejadian, sekitar pukul 03.00 Wit kapal Berkat Ilahi berangkat dari pelabuhan Waikelo Sumba tujuan pelabuhan Sape. Setelah melewati pelayaran sekitar 3 jam perjalanan tiba-tiba perahu dihantam gelombang tinggi hingga menyebabkan kapal oleng terbalik di sekitaran perairan laut Torobabula Timur Desa Nggelu. Sekitar pukul 08. 00 wita pemilik kapal mendapat telepon dari ABK an Edi bahwa kapal akan tenggelam. Sekitar pukul 08,10 wita pemilik kapal dan beberapa orang masyarakat nelayan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian dengan menggunakan kapal perahu Berkah Ilahi II. Sekitar pukul 12. 20 wita kapal yang tenggelam berhasil ditemukan dengan kondisi terbalik tapi masih terapung, namun kapal tidak bisa ditarik keluar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, nama Abk dan penumpang kapal Berkah Ilahi yakni, Jufrin nahkoda 42 thn desa Bugis Sape, Edi (22) desa Bugis, Tajudin (44) desa Bugis, Ahmad (43) desa Bugis, Abdollah (30) desa Bugis, Masrin (39) desa Bugis, Suriadin (37) kKowo, Baco (22) Hu'u Dompu, M nor (45 ) Parado, Fahrudin (25) Sape Parangina, Gani (20) Pulo Nisa, Saura Durgani (2) Pulo Nisa, Sumairah (8) Pulo Nisa, Sunario (37) Pulo Nisa, Ana (31) Pulo Nisa, Steven (25) Pulo Nisa, Idris (51) Pulo Nisa, Dominggus (24) Pulo Nisa, Erni (20) Pulo Nisa, Ibrahim (50) Pulo Nisa, Desi (21) Sumba, Gusti (23) Sumba, Nihla (45) Pulo Nisa, Ratna (50) Pulo Nisa, Bambang (19) Pulo Nisa, Risdalia (38) Pulo Nisa, Ayu Wandira (15) Pulo Nisa dan Aulia 11 tahun warga Pulo Nisa Kepulauan Sumba. (GA. 212/Ris*)




No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.