Header Ads

Walikota Bima Akui Kekalahan Aji Man

Walikota Bima, HMQ


Kota Bima, Garda Asakota.-

Walikota Bima  HM. Qurais H. Abidin, secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Wakil Walikota sebagai salah satu Calon Walikota yang ikut bertarung dalam ajang Pilkada serentak 2018. Meski diakuinya Aji Man kalah di Pilkada namun di satu sisi HMQ mengapresiasi sikap adik kandungnya itu yang telah memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. "Hasil penghitungan cepat Pilkada Kota Bima menyatakan H. A. Rahman H. Abidin kalah," aku Walikota Bima, Senin, 2 Juli 2018, saat memimpin Apel Gabungan lingkup Pemerintah Kota Bima.

Meski HMQ mengakui Aji Man kalah, namun di saat Apel Gabungan terakhir sebelum duet adik kakak itu mengakhiri masa jabatan pada tanggal 24 Juli 2018, namun tetap harus menunggu rekap dan penetapan oleh KPU Kota Bima yang diagendakan tanggal 4-6 Juli 2018. "Saya secara pribadi mengapresiasi sikap yang ditunjukkan oleh H. A. Rahman H. Abidin yang berbesar hati, bahkan hari ini telah masuk kantor dan bekerja seperti biasa”, puji Walikota.

Seperti dirilis laman Pemkot Bima, pada kesempatan tersebut, Walikota menyampaikan beberapa hal. Diantaranya, ucapan terimakasih kepada seluruh ASN dan masyarakat karena telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pilkada serentak memilih Walikota dan Wakil Walikota Bima serta Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Dipihak lain, Walikota mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menghormati Walikota dan Wakil Walikota yang baru nantinya. Sekda diminta menyiapkan berbagai hal menyangkut protokoler Kepala Daerah yang baru. “Termasuk berbagai fasilitas yang akan digunakan oleh Kepala Daerah, mulai dipersiapkan dari sekarang. Begitu juga yang menyangkut prosesi pelantikan”, demikian arahan Walikota.

Dengan usainya Pilkada, Walikota mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menjaga kondusifitas daerah. “Menang dan kalah adalah urusan Allah. Kita hanya berjuang. Ada dari kita yang menjadi bagian dari perjuangan tim yang menang, ada yang menjadi bagian dari tim yang kalah. Yang menang merasa gembira itu wajar. Yang kalah merasa sedih, itupun wajar. Asal jangan berlebihan dan mengganggu kenyamanan publik”, kata Walikota. (GA. 212*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.