Header Ads

Saat Reses, Warga Usulkan Pembangunan Pendopo Walikota dan Wakil Walikota Bima


Kota Bima, Garda Asakota.-

Kelurahan ketiga yang menjadi Pusat pelaksanaan agenda reses anggota DPRD Dapil Asakota dalam menjaring dan menyerap aspirasi masyarakat setelah Kelurahan Jatibaru dan Kolo adalah Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima yang di laksanakan di Lingkungan Tambana, Selasa Sore (17/7). Seperti biasa dalam setiap agenda resesnya anggota DPRD selalu mengundang semua elemen masyarakat mulai dari Lurah, tokoh Agama, tokoh Masyarakat, tokoh Wanita, tokoh Pemuda serta Ketua RT dan RW, sementara dari unsur DPRD duta Asakota sendiri terlihat hadir Ir. M. Nor (PAN), Hj. Rini Anggriani, SE (PBB), Jaidin Ishaka (PDIP), H. Sidra (PPP).

Kepala Kelurahan Jatiwangi, Muhammad MH, S.Sos, menyampaikan selamat datang dan terimakasih serta penghargaan kepada segenap wakil rakyat Dapil Asakota yang telah memperjuangkan berbagai hal terkait dengan program fisik pembangunan di wilayahnya sehingga hingga hari ini diakuinya banyak yang sudah terakomodir dan dilaksanakan seperti pembukaan jalan di lingkungan Jatiwangi, Tambana, Tolotongga, Kedo dan Songgela di tahun 2017. Selain itu, kata dia,  masih banyak lagi program lainnya yang sudah direalisasikan.

Dia berharap pada agenda reses kali ini warga masyarakat dapat menyampaikan hal-hal yang dianggap layak dan pantas untuk diperjuangkan demi kepentingan bersama. "Mari pada momen reses kali ini kita manfaatkan untuk menyuarakan persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitar kita," ajaknya.

Sementara itu, Ir. M. Nor, selaku juru bicara reses anggota DPRD Dapil Asakota menjelaskan bahwa untuk menjaring aspirasi masyarakat pihaknya sangat mengharapkan banyaknya masyarakat yang hadir. Karena menurutnya, semakin banyak masyarakat yang hadir maka akan semakin bagus karena aspirasi yang disampaikan pun akan beragam  pula. "Ini sesuai dengan tujuan daripada reses yaitu menjaring aspirasi secara langsung kepada masyarakat yang kami laksanakan tiga kali setiap tahunnya," jelasnya.

Memasuki sesi interaksi penyampaian aspirasi salah seorang warga Tambana, Suhardin, SH, menekankan usulan normalisasi drainase yang dianggap sebagai penyebab terjadinya banjir atau luapan air jika datang hujan, kemudian ia mengusulkan pengaspalan jalan yang belum tersentuh, pembenahan lampu jalan yang padam, dan usulan dibangunnya Pendopo Walikota dan Walikota Bima. "Karena Pendopo adalah zona bebas bagi masyarakat untuk mendatangi langsung pemimpinnya dan menyampaikan segala hal yang berhubungan dengan kepentingan umum, berbeda dengan rumah pribadi yang disewakan jadi Pendopo masyarakat pasti tetap merasa sungkan untuk mendatanginya," usulnya. Dan hal ketiga yang disampaikan adalah terkait dengan soal penimbunan laut yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, apakah sudah dikaji analisis dampak lingkungannya atau tidak?.

Hal senada juga disampaikan oleh warga M. Said Ketua RW. 05. Ia lebih menekankan prioritas pengaspalan jalan di RT. 11 dan 12, pembebasan lahan untuk TPU Kelurahan Jatiwangi di Ngggaro Te, usukan lapangan olahraga untuk masyarakat. Sedangkan warga BTN Tambana, Muluk, S.Pd., mengharapkan kepada pemerintah yang baru untuk dapat membangun SKB atau BLK sebagai sarana dan wadah masyarakat mengembangkan potensinya. Kemudian ada usulan pembenahan drainase yang dianggap  penyebab banjir, penampungan air bersih, pengeboran air untuk mesjid, pembangunan pagar kuburan, pelebaran drainase, serta usukan bantuan ekonomi kerakyatan atau bakulan. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.