Header Ads

Reses Anggota Dewan Dapil Asakota Diawali di Lingkungan Lewi Jatibaru



Kota Bima, Garda Asakota.-

Kegiatan reses anggota DPRD Kota Bima masa sidang 2 tahun Dinas 2018 Dapil 1 Asakota mulai dilaksanakan. Mengawali agenda rutin tahunan tersebut segenap anggota DPRD Dapil Asakota memulainya di lingkungan Lewi Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota, Jum'at malam (13/07). Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain dari unsur DPRD Ir.  M. Nor dari PAN, Hj. Rini Anggriani, SE dari PBB, Jaidin dari PDIP dan H. Sidra dari PPP. Sedangkan dari unsur pemerintahan Kelurahan yakni Lurah serta unsur masyarakat lainnya seperti para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda maupun tokoh wanita.


Lurah Jatibaru, Tasrif, Sbk, mengucapkan selamat datang kepada Anggota DPRD Dapil Asakota yang hadir dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat guna di sampaikan dalam rapat forum di tingkat DPRD terkait dengan hal-hal apa saja yang dinilai menjadi priortitas kebutuhan masyarakat di dalam lingkungan. "Karena itu di harapkan agar apa yang disuarakan dan disampaikan dalam kegiatan ini adalah benar-benar sesuai dengan kebutuhan bukan di dasari atas dasar keinginan," ungkapnya.

Sementara itu Ir. M. Nor, selaku juru bicara reses anggota DPRD Asakota menjelaskan bahwa apa yang dilakukan pihaknya sekarang adalah merupakan kegiatan rutin tahunan setiap anggota DPRD di mana dalam setiap tahunnya dilaksanakan sebanyak tiga kali reses dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat terkait dengan hal hal apa saja yang menjadi skala kebutuhan yang menjadi prioritas masyarakat. Ia berharap apa yang disampaikan nantinya bukan karena keinginan tapi karena kebutuhan seperti yang di sampaikan pak Lurah tadi. "Sebab kalau berdasarkan keinginan sudah barang tentu anggaran yang ada tidak pernah cukup tetapi kalau berdasarkan kebutuhan maka akan dilihat dari sisi urgensinya sehingga dapat di prioritaskan," ujarnya.

Selanjutnya sambung pria yang juga menjabat sekertaris DPD PAN Kota Bima ini menjelalskan bahwa selain melalui agenda reses anggota dewan masyarakat juga bisa menyampaikan aspirasinya melalui kegiatan Musrenbang atau di sampaikan pada kunjungan langsung Pemerintah Daerah yang kemudian apa yang disampaikan nantinya akan di tuangkan dalam POKIR (Pokok Pikiran) di wadah temu konsultasi bersama dengan Pimpinan Daerah. Setelah itu selanjutnya akan dimasukan dalam RKPD (Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah). "Kalau tidak tercantum dalam RKPD maka aspirasi masyarakat melalui reses seperti ini tidak akan terealisasi," cetusnya.

Memasuki sesi penyampaian aspirasi beragam hal yang disampaikan oleh warga masyarakat Kelurahan Jatibaru khususnya warga Lewi seperti yang di sampaikan oleh Ketua RW. 03. Tasrif yang mewakili suara hati masyarakatnya menyampaikan beberapa hal yang di nilai sangat urgen untuk kepentingan warganya antara lain pembenahan saluran air di belakang kuburan Lela 2, Drainase di sepanjang jalan Datuk Dibanta di lanjutkan kembali agar air tidak tersendat mulai dari ujung Kelurahan Jatibaru Barat dan Timur, kemudian dibuatkan Talud di belakang SDN 22, peningkatan jalan lingkar bagian Barat yang dinilai masih merupakan jalan buntu agar akses usaha ekonomi warga khususnya pengrajin batu bata lancar dan terakhir adalah terkait dengan nasib rumah hanyut banjir bandang 2016 silam kenapa hingga hari ini tidak jelas juntrungannya. "Ganti rugi tidak, dibangunkan rumah pun belum. Lalu kapan nasib masyarakat di perhatikan oleh pemerintah?" tanyanya.

Pantauan langsung wartawan, warga lainpun hampir senada menyampaikan aspirasinya seperti yang disuarakan oleh Ketua RT. 07 Bambang. Mewakili warga, Bambang mengungkapkan adanya 9 item yang mendesak diperhatikan mulai dari usulan kelanjutan penerangan jalan sepanjang jalan Datuk Dibanta karena sering terjadi kecelakaan akibat gelap, perbaikan drainase, talud di pesisir pemukiman, rabat gang, drainase pembuangan limbah rumah tangga, bedah rumah, dan usulan meninjau kembali raskin.

Berbeda dengan kedua warga lainnya salah seorang anggota Karang Taruna kelurahan Jatibaru Hidayat lebih menekankan kepada hal-hal yang di anggap urgensi untuk di jadikan sebagai skala prioritas anggota DPRD Dapil Asakota karena benar-benar merupakan sebuah kebutuhan masyarakat yang pertama adalah dibukanya jalan ekonomi baru untuk  warga lingkungan Lewi mulai dari belakang Kantor lurah hingga tembus ke Kelurahan Rite, normalisasi sungai, bantuan untuk pembangunan Msjid Lewi, dan permintaan agar tansportasi sampah diperhatikan lagi.

Menjawab segala aspirasi yang di sampaikan dalam kegiatan reses tersebut, Ir. M. Nor, menegaskan bahwa dari semua aspirasi tersebut sebagian diantaranya sudah tuntas dikerjakan dan sebagian lagi sedang dalam proses pelaksanaan. "Sementara sisanya nanti akan di perjuangkan dalam penyampaian temu konsultasi bersama Pemerintah Daerah agar bisa di tuangkan dalam RKPD dan khusus untuk bantuan pembangunan mesjid pada malam hari ini kami segenap Anggota DPRD Dapil Asakota sepakat untuk  menyumbangkan dana sebesar Rp2 juta," tuturnya.

Secara terpisah salah seorang anggota DPRD Asakota Hj. Rini Anggriani, SE, menambahkan bahwa pelaksanaan reses Tahun ke IV Dapil Asakota setelah Kelurahan Jatibaru akan dilanjutkan di Kelurahan Kolo kemudian di Kelurahan Jatiwangi dan terakhir Kelurahan Melayu. "Yang mana untuk waktu pelaksanaannya sendiri di sesuaikan berdasarkan keputusan Lurah dan masyarakat, apakah akan dijadwalkan siang, sore atau malam hari," tambahnya. (GA. 003*)

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.