Header Ads

Lima Anggota Dewan Hadiri Reses di Kelurahan Melayu


Kota Bima, Garda Asakota.-

Setelah melaksanakan agenda reses di tiga wilayah Kelurahan sebelumnya yaitu Jatibaru, Kolo dan Jatiwangi, pada hari ini Rabu sore (18/07) bertempat di lingkungan Benteng Kelurahan Melayu, melaksanakan kegiatan resesnya yang terakhir. Pantauan langsung wartawan, lima anggota DPRD Dapil Asakota terlihat hadir yakni, Ir. M. Nor (PAN), Hj. Rini Anggriani, SE.(PBB), Khalid Bin Walid (Gerindra), H. Sidra (PPP), dan Jaidin Ishaka (PDIP). Selain itu juga hadir Lurah Melayu, tokoh masyarakat, tokoh agama, para Ketua RT/RW maupun elemen masyarakat setempat.


Kepala Kelurahan Melayu, Kamrin, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas perjuangan kelima anggota DPRD Dapil Asakota yang diakui hasilnya sudah terlihat dan dinikmati oleh warga masyarakat seperti pembangunan jalan Yos sudarso dan jalan Lumba Lumba. Kemudian, kata dia, Kelurahan Melayu juga mendapatkan program 33 unit bedah rumah. "Semua itu berkat perjuangan Wakil Rakyat Asakota yang ada di lembaga Dewan," ungkapnya.

Lewat kesempatan tersebut, Lurah berharap agar kedepannya Kecamatan Asakota dapat diperhatikan dari sisi keindahan atau pun digenjot pembangunan infrastrukturnya agar sama dengan kondisi lingkungan dan wilayah lain di Kota Bima seperti penerangan lampu jalan di buat lebih terang lagi dan pemerataan pengaspalan jalan. Selain itu, dia juga mengusulkan agar lapangan eks kantor Polsek Asakota dapat di fasilitasi menjadi aset pemerintah daerah Kota Bima. "Sehingga kedepannya dapat dipoles sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan," sarannya.

Beragam aspirasi lainnya disampaikan oleh warga lainnya diantaranya adalah usulan   pembenahan akses arus air atau drainase yang dinilai menjadi penyebab banjir lingkungan, usulan menghidupakn kembali Perda Ternak yang dinilai sangat mengganggu kemudian adanya koordinasi yang jelas antara pihak pelaksana proyek dengan aparat pemerintahan Kelurahan maupun kecamatan bahwa ada pekerjaan di wilayah tersebut termasuk usulan pembenahan kondisi jalan puncak Jatiwangi yang rentan bahaya serta pemberdayaan ekonomi rakyat dan sosial budaya.

Menanggapi hal itu, Ir. M. Nor, yang menjadi juru bicara anggota DPRD Dapil Asakota menjelaskan bahwa kegiatan reses yang dilakukan oleh setiap Anggota Dewan merupakan sebuah rutinitas tahunan ketika rehat dari masa sidang. Kesempatan ini, kata dia, dimanfaatkan oleh pihaknya untuk turun langsung ke tengah-tengah masyarakat dalam rangka menyerap serta menjaring aspirasi konstituen di mana setiap tahunnya   sesuai aturan Undang Undang di laksanakan  sebanyak tiga kali setahun. "Dulu, kegiatan reses secama ini hanya di lakukan di kantor kecamatan, yang diundang pun hanya beberapa orang saja perwakilan setiap kelurahan sehingga informasi dan aspirasipun hanya sedkit yang terserap dan diketahui. Berbeda dengan sekarang, reses kami lakukan dengan pola jemput bola sehingga banyak yang didengar dan diketahui oleh anggota dewan sebagai wakil masyarakat untuk diperjuangkan," paparnya. (GA. 003*)


   

No comments

elshandy creative. Powered by Blogger.